Final Liga Champions-Europa: Hegemoni Inggris, Senjakala Messi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Arsene Wenger meyakini tim-tim yang selama ini merajai kejuaraan antarklub Eropa, yaitu Liga Champions dan Liga Europa, bisa ambruk akibat kuatnya klub-klub Liga Primer Inggris sekarang.

    Selain itu, Wenger melanjutkan, para raksasa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Juventus sudah ditinggal pemain-pemain kuncinya atau para andalannya sudah menua sehingga tak kompetitif lagi di Eropa.

    Liverpool, Tottenham, Arsenal, dan Chelsea membuat sejarah dalam tahun 2019 ini. Mereka menguasai empat tempat pada final dua kejuaraan utama Eropa, yaitu Liga Champions dan Liga Europa.

    Ini adalah untuk pertama kali empat finalis di Liga Champions dan Liga Europa berasal dari satu negara. Adapun Livepool akan tampil pada final Liga Champions kedua kalinya berturut-turut.

    Arsenal akan melawan Chelsea pada final Liga Europa di Stadion Olimpiade Baku, Azerbaijan, Kamis dinihari mendatang, 30 Mei 2019. Setelah itu pada final Liga Champions, Liverpool akan menghadapi Tottenham Hotspur di Wanda Metropolitano, Madrid, Spanyol, Minggu dinihari, 2 Juni 2019.

    Musim ini adalah pergelaran drama-drama pertandingan di Liga Champions yang paling menarik sepanjang masa, karena kejutan dan tragedinya.

    Liverpool dan Tottenham sama-sama seperti mendapat anugerah keajaiban untuk bisa memukul  balik lawan masing-masing, yaitu Barcelona dan Ajax Amsterdam, pada babak semifinal.  

    Setelah ditekuk Barcelona 3-0 di Camp Nou, Barcelona, Liverpool berhasil tampil mencengangkan untuk ganti menggilas Barca 4-0 di Anfield, Liverpool. Nyaris tak ada yang mengira bahwa “pemain sepak bola dari planet lain” Lionel Messi bisa dibuat sama sekali tak berkutik di Anfield, sehingga Barca bisa kalah begitu tragis.

    Adapun Tottenham Hotspur sempat dipandang sebelah mata ketika sudah dikalahkan Ajax Amsterdam 1-0 di Stadion Tottenham, London, pada semifinal pertemuan pertama.

    Dengan langkah spektakuler merobohkan juara bertahan Real Madrid pada 16 besar dan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan Juventus pada perempat final, Ajax Amsterdam sangat diharapkan banyak penggemar sepak bola untuk melaju sampai final.

    Harapan kepada Ajax itu masih tinggi ketika mereka unggul 2-0 dari Tottenham pada babak pertama semifinal kedua di Johan Cruyff Arena. Tapi, pada babak kedua, Lucas Moura, pemain asal Brasil, menjebol gawang Ajax tiga kali dan satu gol yang paling vital terjadi pada injury time, menit ke-90+6. Tottenham lolos berkat keunggulan gol tandang pada kedudukan agregat sama 3-3.

    Adapun jalan Chelsea dan Arsenal menuju final Liga Europa tidak begitu mengejutkan seperti Liverpool dan Tottenham. Tapi, keduanya tetap saja harus bekerja keras. Chelsea bahkan memerlukan satu gol dari Eden Hazaed dalam adu penalti untuk menyingkirkan Eintracht Franfurt pada semifinal. Sedangkan Arsenal menyisihkan Valencia dengan kemenangan agregat 7-3.

    Adapun Wenger yakin salah satu rahasia di balik sukses besar klub-klub Inggris adalah fakta bahwa lawan-lawannya tak lagi sekuat sebelumnya.  

    Dalam wawancara eksklusif dengan media  talkSPORT, mantan manajer Arsenal yang legendaris itu mengatakan, ”Yang pertama, saya yakin di Inggris, orang-orang bekerja dengan sangat baik.”

    “Yang kedua, ini adalah konsekuensi dari kekuatan keuangan yang begitu dominan di klub-klub Inggris. Dan, pada dasarnya, juga runtuhnya tim-tim Eropa yang kuat secara tradisional,” Wenger melanjutkan.

    “Ketika saya katakan runtuh, itu adalah Barcelona, Real Madrid, Bayern Munich, dan Juventus. Mengapa? Karena, pemain yang membuat perbedaan di semua klub itu telah berusia lanjut dan tidak dalam kondisi terbaik lagi untuk membuat perbedaan itu,” jelas Wenger.

    “Pemain yang dominan di Bayern Munich adalah Frank Ribery dan Arjen Robben. Sekarang mereka tidak punya kondisi fisik yang mendukung untuk melakukannya,” kata pelatih asal Prancis berusia 69 tahun ini.

    “Itu sama di Barcelona, yang sudah kehilangan pemain seperti Xavi dan Iniesta. Real Madrid kehilangan Ronaldo. Di Juventus, Giorgio Chiellini menua,” Wenger menambahkan.

    Jadi paduan dari kekuatan Inggris secara simultan dan runtuhnya kekuatan dominan besar lain sebelumnya yang membuat bisa terjadi perang sesama klub Liga Primer pada final Liga Champions dan Liga Europa musim ini.

    Kapan dominasi Inggris itu bisa dipatahkan? Wenger mengatakan hal tersebut tergantung  pada sejauh mana keberhasilan Barcelona, Real Madrid, Juventus, dan Bayern Munich berbelanja dalam bursa transfer pemain sampai musim panas ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?