Jelang Lawan Persela Malam Ini, Milo Ungkap Kelemahan Arema FC

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Arema FC Milomir Seslija (tengah) memeluk dua pemainnya. Antara/Risky Andrianto

    Pelatih Arema FC Milomir Seslija (tengah) memeluk dua pemainnya. Antara/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Arema FC, Milomir Seslija, mengurai penyebab timnya belum tampil optimal di Shopee Liga 1 2019. Menurut pelatih asal Bosnia tersebut, dalam dua laga awal Arema masih belum mampu bermain sebagai tim.

    Malam ini, Senin 27 Mei 2019, Arema FC akan menjadi tuan rumah pertama kali pada Liga 1 2019 dengan menjamu Persela Lamongan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

    Singo Edan belum mendapatkan poin dari dua pertandingan yang sudah dimainkan di Liga 1. Arema kalah dari PSS Sleman dan Borneo FC. Bukan hanya kalah, gawang mereka juga lima kali dibobol lawan di dua laga tersebut.

    "Kami tidak bermain sebagai sebuah tim, saat Hamka (Hamzah) atau (Makan) Konate membawa bola, mereka pikir itu akan jadi gol atau hal-hal yang besar. Tidak ada support yang memadai dari pemain lain," kata Milo.

    "Padahal, kita tidak boleh seperti itu. Saat kami menyerang harus bersama, saat bertahan juga harus semua. Saat hilang bola, merebut bola juga harus bersama. Kita harus bermain sebagai tim," sambung eks pelatih Madura United tersebut.

    Sedangkan soal tudingan jika Arema FC kini lebih banyak bermain dengan bola panjang, Milo mengaku tidak sepakat. Tidak pernah ada instruksi dari tim pelatih agar pemain memainkan bola panjang dari belakang langsung ke depan.

    "Anda bisa melihat itu pada saat latihan, kami tidak pernah melatih umpan panjang. Jika itu terjadi saat kami bermain, itu adalah situasional. Ada pressing yang ketat dari lawan atau yang lain saat situasi sulit," kata Milomir Seslija.

    LIGA INDONESIA | AREMA FC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.