Mudik Irfan Jaya Terpengaruh Tiket Pesawat yang Mahal

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persebaya Irfan Jaya (liga-indonesia.id)

    Pemain Persebaya Irfan Jaya (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Winger lincah Persebaya Surabaya, Irfan Jaya, memilih untuk mudik tahun ini tepat pada hari H lebaran. Hal itu terpaksa ia lakukan untuk mensiasati tiket pesawat yang mahal.

    Pemain asal Bantaeng, Sulawesi Selatan, ini mengaku sudah kangen dengan keluarga kecilnya dan ingin bertemu. Irfan ingin melihat putranya, M Raditya Sanjaya. Apalagi setelah persalinan, Irfan tidak bisa menemani istrinya secara rutin.

    Hasrat untuk membawa keluarga ke Surabaya juga belum kesampaian karena itu anaknya masih terlalu kecil untuk naik pesawat. Belum lagi harga tiket pesawat yang terus melambung tinggi menjadikan pemilik nomor punggung 41 itu pikir-pikir.

    "Sebenarnya dulu ada keinginan untuk mengajak istri dan anak ke sini (Surabaya), tapi saat itu tiket mahal. Terus saya pikir lagi anak masih kecil, pasti tidak lama dia di sini kemudian kembali lagi," kata dia kepada Indosport.

    "Jadi saya pikir kenapa tidak waktu lebaran saja, saya yang ke sana ketemu mereka. Kemudian bawa mereka ke sini (Surabaya), sama-sama saya juga sekalian. Hemat ongkos," lanjutnya.

    Sementara itu, merayakan Lebaran di kampung halaman menurut Irfan sangat berbeda di tanah rantau. Suasana lebaran lebih terasa kental saat di rumah sendiri.

    "Bagaimana ya sudah sejak kecil lebaran di rumah, jadi kalau lebaran tidak pulang itu suasananya berbeda," kata Irfan Jaya.

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.