Persija Kini Rasa Spanyol, Mampukah Menang di Kandang Persela?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marko Simic (persija.id)

    Marko Simic (persija.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persija sudah mendapatkan pelatih baru, Julio Banuelos. Racikan pelatih asal Spanyol itu bakal diuji saat tim yang berjuluk Macan Kemayoran itu bertanding di markas Persela, Stadion Surajaya, Lamongan, Sabtu, 22 Juni 2019. Ini pertandingan lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 musim 2019.

    Julio Banuelos dan asistennya, Eduardo Perez, mengatakan tidak banyak mengalami kendala saat menggantikan posisi Ivan Kolev, Pelatih asal Bulgaria ini mengundurkan diri setelah Persija mencatat hasil kurang memuaskan pada awal kompetisi.

    “Kami sudah tahu semuanya, jadi tak butuh adaptasi dan siap bekerja di sini. Buat kami ini adalah kebanggaan bisa kembali ke sini,” kata asisten pelatih Persija, Eduardo Perez, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu, 12 Juni 2019.

    Julio dan kawan-kawan tidak memiliki waktu banyak untuk menyiapkan tim. Namun, berbekal pengalaman saat melatih tim nasional Indonesia bersama Luis Milla, ia bakal cepat mendapatkan solusi untuk membangun tim yang kuat.

    Eduardo pun optimistis Persija akan dalam kondisi siap tempur saat Liga 1 2019 bergulir kembali.

    Metode latihan yang dibawa Julio Banuelos menurut salah satu pemain Persija, Sandi Darma Sute, punya banyak perbedaan dibandingkan pelatih sebelumnya. Salah satunya adalah pemain banyak berinteraksi dengan bola. Pemain dituntut bermain dengan baik dalam penguasaan bola dan saat melakukan umpan  yang akurat.

    “Latihan dengan Julio sangat bagus dan sangat berbeda dengan sebelumnya. Banyak pola latihan yang berubah. Julio memberikan latihan, yaitu kami sering bermain dengan bola,” kata pemain Persija ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Rencana Pendapatan dari Pajak 2019 BPRD DKI Jakarta

    Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta menetapkan target pendapatan dari pajak sebesar Rp 44,18 triliun pada 2019. Berikut rincian target BPRD.