PT Liga Indonesia Baru Sambut Positif Penjualan Saham Bali United

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Klub Bali United, Yabes Tanuri (kiri) berbincang dengan Pelatih Bali United yang baru Stefano Cugurra dalam konferensi pers di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin 14 Januari 2019. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    CEO Klub Bali United, Yabes Tanuri (kiri) berbincang dengan Pelatih Bali United yang baru Stefano Cugurra dalam konferensi pers di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Senin 14 Januari 2019. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Liga Indonesia Baru (LIB) menyambut positif penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) yang dilakukan klub sepak bola Bali United. Klub yang dikelola oleh PT Bali Bintang Sejahtera Tbk menjadi kesebelasan pertama Indonesia yang tercatat sebagai perusahaan terbuka dan melantai di Bursa Efek Indonesia.

    Direktur Utama PT LIB Dirk Soplanit mengatakan langkah berubah menjadi perusahaan terbuka akan meningkatkan profesionalitas klub. Ia menilai setiap perusahaan yang melantai di pasar modal aspek manajemen bakal semakin dikelola dengan baik. "Tak bisa lagi sembarangan (mengelola klub)," ucap Dirk di Jakarta, Senin, 17 Juni 2019.

    Dirk menilai kebijakan yang diambil Bali United bisa diikuti oleh klub-klub Indonesia lainnya. Sebab, ucapnya, saat ini sepak bola yang dikelola secara profesional tidak bisa dilepaskan dari unsur bisnis.

    Dengan mendapat bantuan dana lewat penjualan saham, tutur Dirk, klub mempunyai kekuatan finansial untuk membeli pemain yang diinginkan. "Saya kira dengan model begini klub bisa datangkan pemain hebat," ucapnya.

    Dari sisi regulasi, Dirk melanjutkan, PT LIB tak mempunyai aturan khusus ihwal klub yang memutuskan menjual sahamnya ke publik. Ia mengatakan syarat utama bagi peserta Liga Indonesia ialah terdaftar sebagai badan hukum dan bisa mengelola klub.

    Perusahaan yang menaungi Bali United, PT Bali Bintang Sejahtera,  memiliki kode saham BOLA. Mereka melepas kepemilikan saham sebanyak 33,33 persen atau 2 miliar lembar saham. Harga saham yang ditawarkan pada penjualan perdana dipatok Rp 175 per lembar saham. Dari IPO, perusahaan diperkirakan mengantongi dana segar sebesar Rp 350 miliar.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.