Menantu Jokowi, Bobby Nasution, Pilih Bisnis Ketimbang Urusi PSSI

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, menanggapi kabar tentang pencalonan Sekretaris Jenderal PSSI di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, 18 Juni 2019. TEMPO/Friski Riana

    Menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution, menanggapi kabar tentang pencalonan Sekretaris Jenderal PSSI di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, 18 Juni 2019. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Bobby Nasution, lebih memilih mengurus bisnis daripada mengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

    "Nggaklah, saya sepatu bola aja gak punya. Gak mungkin masuk ke PSSI," kata suami Kahiyang Ayu itu, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, menanggapi berita pengajuan dirinya sebagai Sekjen PSSI.

    Ia mengaku pernah mengelola klub sepak bola di Sumatera Utara pada 2014 lalu, namun klub tersebut tidak terkenal dan kurang berhasil. "Kan klubnya nggak terkenal, kurang berhasil. Jadi ngapain megang PSSI. PSSI kan lebih besar kapasitasnya. Jadi gak mungkin," ujarnya pula.

    Dia menyebutkan bersama istri dan keluarga dari Medan bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi di Jakarta karena saat Lebaran dia dan istri ke Medan. 
    "Tadi silaturahmi aja sama keluarga, sama keluarga dari Medan. Belum sempat Lebaran kemarin karena Bapak Lebaran di Jakarta dan Solo. Saya juga sama Ayang sama mama di Medan. Baru kali ini ada kesempatan silaturahmi," katanya lagi.

    Bobby mengatakan tidak mengetahui bagaimana muncul nama dirinya sebagai Sekjen PSSI. "Yang pasti gak mungkinlah jadi PSSI, belum ada pengalaman juga di sepak bola. Lagi asyik ngurusin bisnis aja sekarang," katanya.

    Dia memilih mengurus bisnis daripada tidak ada ide yang ia sumbangkan. "Gak jugalah, saya gak merasa mampu di PSSI," katanya menanggapi pendapat bahwa dirinya punya potensi membenahi sepak bola di Tanah Air.

    Bobby Nasution menyebutkan masalah itu tidak dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi. "Tadi cuma omongan soal keluarga aja," katanya pula.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 1.087 Fintech P2P Lending Dihentikan sejak 2018 hingga 2019

    Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan dari 2018 hingga 2019, sebanyak 1.087 entitas fintech P2P lending ilegal telah dihentikan.