Siap Bermain Spartan, Modal PSS Sleman Menjamu Bhayangkara FC

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang PSS Sleman, Brian Ferreira. (liga-indonesia.id)

    Gelandang PSS Sleman, Brian Ferreira. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kapten PSS Sleman Bagus Nirwanto menyadari timnya bakal menghadapi tim tangguh, Bhayangkara FC, dalam laga lanjutan Liga 1 2019, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat 21 Juni 2019. Anak asuh Alfredo Vera itu merupakan kampiun Liga 1 2017. Sedangkan PSS Sleman merupakan tim promosi Liga 1 2019 ini.

    "Yang terpenting dalam laga besok kami akan bermain spartan, dan tetap percaya teman juga diri sendiri," ujar Bagus dalam konferensi pers Kamis 20 Juni 2019.

    PSS sudah melewati tiga laga tanpa kehilangan poin alias belum pernah kalah. Laga terakhir di kandang Persipura Jayapura 31 Mei 2019, anak asuh pelatih Seto Nurdiyantoro itu juga berhasil menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1.

    Bagus menuturkan, dengan tiga laga PSS yang dilalui tanpa kekalahan itu, dampak besar yang dirasakan tim tak lain makin terbangunnya mentalitas pemain untuk makin percaya diri menatap laga ke depan. Bagus mengaku saat ini PSS memang getol mempertahankan tren positif kemenangannya. "Apalagi (lawan Bhayangkara FC) ini kami bermain di kandang, harus yakin bisa meraih tiga poin penuh," ujarnya.

    Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro mengatakan persiapan menjamu Bhayangkara dilakukan sejak jauh hari. Sepekan sebelum laga, pemain usai libur lebaran langsung diikutkan dengan program fisik sepekan penuh untuk mengembalikan kebugaran mereka. "Kami juga sudah mainkan tim dalam laga uji coba walau dengan lawan tidak selevel, agar aura untuk bertandingnya kembali pulih. Jadi kami sudah siap melawan Bhayangkara ini," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.