Madura United Imbangi Persib, Beto: Seharusnya Kami Dapat Penalti

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib Bandung Frits Butuan (kiri) berebut bola dengan pemain Madura United Asep Berlian Jaime Xavier di laga lanjutan Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Ahad, 23 Juni 2019.  Persib gagal meraih kemenangan keduanya di awal musim ini. TEMPO/Prima Mulia

    Pemain Persib Bandung Frits Butuan (kiri) berebut bola dengan pemain Madura United Asep Berlian Jaime Xavier di laga lanjutan Liga 1 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Ahad, 23 Juni 2019. Persib gagal meraih kemenangan keduanya di awal musim ini. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Raihan satu poin dari markas Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu sore, 23 Juni 2019, memperpanjang tren tidak terkalahkan Madura United di Liga 1 2019 ini. Maung Bandung gagal mematahkan rekor tanpa kalah Laskar Sape Kerrab di Liga 1 2019.

    Sebenarnya rekor tersebut hampir sirna saat Supardi Natsir dan kawan-kawan mendapatkan kesempatan serangan balik yang berujung penalti bagi tim tuan rumah. Penyerang asing Pesib, Ezechiel N'Douasel, dapat memperdaya kiper M. Ridho Djazulie pada menit ke-79. Meski mampu membaca arah bola, tendangan keras Ezechiel berhasil merobek gawang Ridho.

    Laskar Sape Kerrab seharusnya bisa menyamakan kedudukan menit 87, yakni saat pemain pengganti Alberto Goncalves melakukan penetrasi ke kotak penalti dihadang Achmad Jufriuanto. Bek Persib ini terjatuh dengan tangannya tampak menyentuh bola.

    Menurut Beto, Madura United seharusnya mendapatkan hadiah penalti. Tapi, wasit  menyatakan pertandingan terus berjalan. "Jelas itu penalti. Saya lihat jelas. Tangannya itu yang saya lihat," ungkap Beto usai pertandingan.

    Gol buat Madura United akhirnya tercipta melalui aksi gelandang lokal, Zulfiandi, yang mampu memperdaya tiga pemain Persib di kotak penalti. Tendangan terarah pemain tim nasional Indonesia tersebut membuat kiper Persib, I Made Wirawan, hanya bisa terpaku melihat bola yang mengoyak gawangnya.

    Pelatih Madura United, Dejan Antonic, menjelaskan kunci dari kesuksesan tersebut adalah rotasi pemain dan pergantian pada  babak kedua setelah mereka ketinggalan 0-1. "Kami kalah. Kami coba reaksi cukup bagus dari (pengganti) cadangan. Kami bisa mengubah pertandingan. Puji Tuhan kami dapat poin," katanya.

    MADURAUNITEDFC.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.