Juventus Dapatkan Merih Demiral, De Light Tak Jadi Gabung?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Merih Demiral. (star.com.tr)

    Merih Demiral. (star.com.tr)

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub sepak bola Seri A Liga Italia, Juventus, resmi mendatangkan pemain belakang baru pada bursa transfer musim panas 2019, yakni Merih Demiral. Pemain itu direkrut dari Sassuolo dengan harga 18 juta euro (Rp 293 miliar) dan dikontrak selama 5 tahun.

    Bek asal Turki ini merupakan salah satu pemain muda potensial. Merih Demiral merupakan bek termuda kedua yang mencetak setidaknya dua gol di Seri A Liga Italia 2018/19, setelah Cristian Romero.

    Di lima liga elite Eropa, Merih Demiral juga menjadi bek termuda kedua yang mampu menorehkan dua gol atau lebih, setelah Ozan Kabak dari Stuttgart. Selama 14 pertandingan bersama Sassuolo, Merih Demiral mampu mencatatkan 66,7 persen tackle yang sukses dengan akurasi umpan mencapai 87 persen.

    Sebagai seorang pemain belakang, Merih Demiral diberkahi kemampuan dribble. Ia juga mencatatkan 48 blocked ball atau yang terbanyak di antara pemain Sassuolo lainnya.

    Juventus sebenarnya juga sempat dikaitkan dengan kapten Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt. Bek asal Belanda itu sempat dikabarkan telah menjalin kesepakatan pribadi dengan Juventus dan setuju merapat ke Turin dengan dana transfer 75 juta euro (Rp 1,1 triliun). Akan tetapi, Ajax Amsterdam belum secara resmi menerima tawaran Juventus, seperti dilansir dari laman berita sepak bola Football Italia.

    Kini, kedatangan Merih Demiral justru menimbulkan kesimpangsiuran kabar kepindahan De Light ke Juventus. Terlebih, Presiden Barcelona, Jose Maria Bartomeu, belum lama ini mengungkap tujuan baru De Ligt pada musim 2019/20 ini.

    Sebelum merekrut Merih Demiral, Juventus telah mendatangkan lima pemain, termasuk memulangkan Gianluigi Buffon dari Paris Saint-Germain.

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.