Akhirnya Ajax Terima Tawaran Juventus Untuk Matthijs de Ligt

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Ajax Matthijs de Ligt, Daley Blind, dan Dusan Tadic melakukan selebrasi usai mengalahkan Juventus di laga kedua peremapt final Liga Champions, di Allianz Stadium, Turin, 17 April 2019. REUTERS/Alberto Lingria

    Pemain Ajax Matthijs de Ligt, Daley Blind, dan Dusan Tadic melakukan selebrasi usai mengalahkan Juventus di laga kedua peremapt final Liga Champions, di Allianz Stadium, Turin, 17 April 2019. REUTERS/Alberto Lingria

    TEMPO.CO, Jakarta - Ajax Amsterdam dikabarkan telah menerima tawaran kedua Juventus untuk memboyong bek Matthijs de Ligt. Juventus disebut akan mengumumkan secara resmi pada akhir pekan ini.

    Laman Football Italia menyebutkan bahwa Ajax Amsterdam akhirnya mau menurunkan harga De Ligt menjadi 67 juta euro atau sekitar Rp 1,06 triliun. Sebelumnya klub asal Belanda itu menolak proposal penawaran Juventus senilai 50 juta euro dan meminta mahar 75 juta euro.

    Nilai tersebut sebenarnya bisa bertambah karena Juventus memasukkan sejumlah klausa dalam proposal penawarannya itu. Selain itu, laporan lainnya juga menyebutkan bahwa Juventus mau menanggung bayaran kepada agen De Ligt, Mino Raiola, sebesar 11 juta euro.

    Transfer bek berusia 19 tahun itu sebelumnya terganjal Ajax Amsterdam karena mereka menaikkan harga si pemain. Awalnya, pihak Ajax berjanji kepada De Ligt bahwa mereka akan melepasnya jika ada klub yang mampu membayar 45 - 50 juta euro. Namun setelah si pemain diperebutkan banyak klub besar Ajax menaikkan harganya menjadi 75 juta euro.

    Matthijs De Ligt diharapkan sudah bergabung dengan skuad Juventus lainnya pada Sabtu mendatang untuk sesi latihan. Dia tampaknya akan menjadi bagian dari tur Juventus ke sejumlah negara Asia. Saat ini dia tengah bergabung bersama skuad Ajax Amsterdam untuk menjalani latihan pramusim.

    FOOTBALL ITALIA| MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.