Deden Natshir Cedera Parah, Siapa Layak Jadi Kiper Utama Persib?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija, Bruno Matos, menjenguk kiper Persib, Muhammad Natsir, didampingi manajer tim, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko, dan asisten pelatih Antonio Claudio, Rabu 10 Juli 2019 (Persija.id)

    Pemain Persija, Bruno Matos, menjenguk kiper Persib, Muhammad Natsir, didampingi manajer tim, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko, dan asisten pelatih Antonio Claudio, Rabu 10 Juli 2019 (Persija.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persib Bandung baru saja ditinggal kiper utamanya, Muhammad Natshir, yang harus absen lama akibat cedera parah. Dua kiper cadangan pun akan bersaing merebut posisinya yaitu I Made Wirawan dan Aqil Savik. 

    Muhammad Natshir atau Deden mengalami patah kaki kiri saat Persib ditahan Persija Jakarta 1-1 dalam lanjutan Liga 1 2019 pekan kedelapan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019. Ia cedera parah karena berbenturan dengan gelandang Persija Bruno Matos.

    Baca: Jadwal Persib Bandung, Hasil, dan Klasemen hingga Pekan 8 Liga 1

    Tim medis saat itu langsung membawanya ke ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat. Kini Deden tengah menjalani perawatan intensif dan baru saja selesai melakukan operasi di RS Premier Bintaro.

    "Tadinya mau dievakuasi ke Bandung tapi kurang memungkinkan kasihan ke Dedennya, akhirnya dipindahkan ke salah satu rumah sakit dan di sana langsung persiapan operasi. Sekitar 3 jam proses operasinya," ungkap Dokter tim Persib, Rafi Ghani, seperti dikutip Indosport.

    Menurut Rafi, setekah menjalani operasi, pemain asal Soreang tersebut diprediksi membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk bisa pulih. Namun, bisa saja proses pemulihan Deden Natsir bisa lebih cepat dari perkiraan.

    Baca: Bos Persib Bandung Belum Puas Dengan Performa Esteban Vizcarra

    "Alhamdulillah mudah-mudahan cepat sembuh. Tapi tetap secara terori kalau tulang sekitar 6 bulanan, karena pasca operasi ada rehabilitasi dan proses pemulihan lainnya. Bisa lebih cepat atau lebih lambat, tapi mudah-mudahan lebih cepat," kata dia. 

    Dengan cedera itu bisa dikatakan karier Deden Natshir di Liga 1 musim ini dipastikan selesai. Sebab, kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air itu sendiri akan tuntas di bulan Desember 2019 atau sekitar empat bulan lagi.

    Kini pelatih Persib, Robert Rene Alberts, harus memilih dari dua kiper yang ada untuk tampil sebagai pilihan utama di sisa musim. Mereka adalah dua kiper cadangan yakni I Made Wirawan dan Muhammad Aqil Savik.

    Baca: Berita Persib: Kesan Rene Mihelic Pulang Tanding Naik Rantis

    Secara teori, harusnya nama I Made lah yang maju jadi kiper utama, karena pria asal Bali itu merupakan penjaga gawang kedua setelah Deden. Namun karena performa I Made yang angin-anginan dan hanya menjadi pilhan kedua, bisa membuat Rene Alberts berpikir ulang.

    Sejauh ini, I Made telah tampil sebanyak 5 kali di Liga 1 2019. Ia telah kebobolan sebanyak lima kali, dan baru mencatatkan satu kali cleansheet. Meski catatan itu cukup baik, namun Rene Alberts bisa memilih opsi memberi kesempatan bermain untuk kiper muda ketiganya, Aqil Savik

    "Aqil terus menunjukkan progress dan harus dipertahankan. Dia bisa menjadi kiper masa depan Persib Bandung," kata pelatih kiper Persib, Anwar Sanusi pada Januari 2018 lalu.

    Penampilan Aqil Savik di bawah mistar gawang memang sudah menyita perhatian saat dia membawa Persib U-17 finis di peringkat ketiga di Piala Soeratin 2016 lalu. Selain itu, Aqil juga jadi bagian skuat Timnas Indonesia U-19 yang berhasil menempati peringkat ketiga di Piala AFF U-19 2017 lalu.

    Bahkan karena bakat yang dimiliki olehnya, Bobotoh juga beberapa kali sudah menuntut Persib Bandung untuk coba memainkan Aqil dan mencadangkan dua kiper senior saat ini yaitu I Made Wirawan dan Muhammad Natshir. Tapi, akhirnya, pilihan ada di tangan pelatih sepenuhnya.

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.