Tragis, Kiper 17 Tahun Tewas Usai Selebrasi Selamatkan Penalti

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ramon Ismael Coronel. (thesun.co.uk/facebook)

    Ramon Ismael Coronel. (thesun.co.uk/facebook)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kiper berusia 17 tahun meninggal dunia secara tragis saat merayakan penyelamatan penalti pada sebuah pertandingan sepak bola lokal di Argentina.

    Dilansir dari laman Sun Sport, kiper bernama Ramon Ismael Coronel itu meninggal setelah menyelamatkan tendangan penalti menggunakan dadanya.

    Tragedi mengenaskan ini terjadi pada Selasa lalu, 9 Juli 2019, pukul 21.00 malam waktu setempat di sebuah desa dekat kota Reconquista, sebelah utara Provinsi Santa Fe, Argentina.

    Baca Juga Tenggelam di Danau, Atlet Bola Tangan Rusia Tewas usai Kejuaraan Eropa
    Usai mengamankan bola, Ramon ingin merayakan penyelamatannya namun malah ambruk ke tanah, di hadapan pendukung dan rekan satu timnya. Disinyalir jantungnya sempat berhenti berdetak begitu dia pingsan.

    “Dia sangat bahagia karena dia berhasil menyelamatkan penalti, dia sedang melakukan perayaan ketika terjatuh,” kata sepupu Ramon yang menyaksikan kejadian itu.

    Sang kiper pun segera dilarikan ke rumah sakit oleh petugas medis pertandingan menggunakan mobil pick-up, saking susahnya menemukan ambulans di desanya. Malang, dia meninggal dalam perjalanan.

    Petugas medis di rumah sakit bahkan tidak berhasil menghidupkannya meski sudah dilakukan upaya semaksimal mungkin.

    Ramon, yang akrab disapa dengan julukan Piki, ini bermain sepak bola untuk timnya Union de Golondrina, untuk pertandingan yang bertepatan dengan festival keagamaan tahunan di kota tersebut.

    Kejadian ini membuat ayah Ramon sangat bersedih. Beliau bahkan menyayangkan panitia penyelenggara yang tidak menyediakan ambulans dia acara sepenting ini sehingga membuat nyawa putranya melayang.

    Insiden ini pun tak luput dari perhatian pihak berwenang. Jaksa penutut regional mengonfirmasi bahwa mereka melakukan penyeledikan atas insiden tersebut.

    Insiden pemain meninggal dunia secara mendadak ketika bertanding juga pernah terjadi di Gabon, Afrika pada bulan Maret lalu.

    Herman Tsinga yang bermain untuk klub Divisi Pertama Gabon, Akanda FC, tiba-tiba pingsan lalu meninggal usai melompat untuk melakukan sundulan bola saat melawan Missile FC.

    INDOSPORT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.