Minggu, 15 September 2019

Matthijs de Ligt ke Juve, Era Baru Bek Belanda di Seri A Italia

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Tottenham Hotspur Fernando Llorente berebut bola dengan pemain Ajax Matthijs de Ligt saat bertanding dalam Leg Pertama Semi Final Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris, 30 April 2019. REUTERS/Dylan Martinez

    Pemain Tottenham Hotspur Fernando Llorente berebut bola dengan pemain Ajax Matthijs de Ligt saat bertanding dalam Leg Pertama Semi Final Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium, London, Inggris, 30 April 2019. REUTERS/Dylan Martinez

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapten Ajax Amsterdam, Matthijs de Ligt, siap terbang ke Turin pada hari ini, Selasa 16 Juli 2019, untuk merampungkan urusan kepindahannya ke Juventus.

    Juara Seri A Liga Italia, Juventus, akan membayar 67,5 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,17 triliun kepada juara Eredivisie Belanda, Ajax, untuk mendapatkan bek tengah berusia 19 tahun tersebut yang musim lalu tampil pada babak semifinal Liga Champions.

    Pemain yang juga menjadi bek tengah tim nasional Belanda ini sebelumnya juga diincar  Manchester United, Barcelona, dan Paris-St Germain.

    Dalam tiga musim kompetisi bersama Ajax Amsterdam, De Ligt memenangi divisi tertinggi Liga Belanda, Eredivisie, Piala KNVB Belanda, dan tampil pada finalis Liga Europa 2017 serta semifinal Liga Champions musim lalu.

    De Ligt mencetak delapan gol dalam 77 pertadingan liga untuk Ajax Amsterdam. Ia masuk klub ini sejak berusia sembilan tahun dan menjadi kapten termuda tim senior Ajax pada Maret 2018.

    Matthijs de Ligt mencetak gol penentu kemenangan Ajax melawan Juventus pada perempat final Liga Champions musim lalu. Ia menjalankan debutnya di Belanda pada Maret 2017, ketika baru dua kali main di Eredivisie bersama Ajax.

    Tapi, dalam sejarah Seri A Liga Italia selama ini, bek-bek dari Belanda tidak banyak. Pemain Oranye yang punya reputasi bagus di sana selama ini adalah dua penyerang Marco van Basten dan Ruud Gullit di AC Milan, lantas ada gelandang bertahan Kevin Strootman yang membela AS Roma sebelum pindah ke Marseille di Liga 1 Prancis.

    Ada Ruud Krool, tapi sudah lama. Ia adalah bek kiri legendaris Ajax Amsterdam dan Belanda pada final Piala Dunia 1974 yang kemudian menjadi bek tengah sekaligus kapten tim Oranye ketika tampil lagi pada final Piala Dunia 1978. Ia membela Napoli 1980-1984.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.