Ridwan Kamil Sarankan Stadion GBLA Dikelola Persib Bandung

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung, Jawa Barat. ANTARA /Raisan Al Farisi

    Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Bandung, Jawa Barat. ANTARA /Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyarankan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Kota Bandung, dikelola oleh pihak ketiga seperti Persib Bandung, mengingat kondisi stadion itu kini menjadi tidak terurus dengan baik.

    "Ekspektasi saya dari dulu jangan diurus oleh pemerintah. Pemerintah itu bukan operator. Pemerintah itu regulator. Maka yang paling betul itu Stadion GBLA diserahkan ke Persib, pihak ketiga. Salah satu yang ideal Persib. Mereka nanti B-to-B," kata Ridwan di Gedung Sate Bandung, Rabu.

    Beberapa hari lalu, viral laporan warga mengenai kondisi Stadion GBLA yang tidak terawat. 
    Sekitar stadion ini dipenuhi rumput ilalang, sampah berserakan, kondisi toilet yang memprihatinkan, retak pada sejumlah bagian bangunan, dan tanah yang ambles.

    Ridwan mengungkapkan, sewaktu menjabat wali kota Bandung dia pernah menawarkan agar Stadion GBLA dikelola oleh Persib. "(Stadion) GBLA itu assetnya Pemkot Bandung. Jadi pertanyaan itu untuk Pemkot. Dulu waktu saya wali kota, saya persiapkan untuk diambil alih oleh Persib. Tapi keburu jadi gubernur, proses itu (dlakukan) oleh Dispora, enggak bisa saya monitor lagi," kata dia.

    Gubernur yang biasa disapa Kang Emil ini menduga Stadion GBLA tidak terawat karena kekurangan anggaran. Namun jika stadion terbesar di Kota Bandung ini diserahkan kepada Pemprov Jabar, maka Kang Emil menyatakan siap mengelolanya.

    "Kalau terbengkalai pasti kurang anggaran kecuali Pemkot Bandung mau menyerahkan assetnya ke provinsi, maka bisa saya urus, dengan dana provinsi. Kalau memang enggak sanggup, serahkan saja ke Pemprov, dengan senang hati kita urus," kata Ridwan Kamil.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.