Evaluasi Liga 1: Persebaya Lebah Tanpa Sengat, Perlu Bomber Baru?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, memberi pengarahan kepada pemain dalam latihan resmi menjelang leg 1 Final Piala Presiden 2019 (Persebaya.id)

    Asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, memberi pengarahan kepada pemain dalam latihan resmi menjelang leg 1 Final Piala Presiden 2019 (Persebaya.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Persebaya belum berhasil mengakhiri paceklik kemenangan pada awal musim Liga 1 2010. Dalam laga di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu malam, 21 Juli, tim berjuluk Bajul Ijo dan Green Force ini dimbangi pemimpin klasemen, Tira Persikabo 1-1.

    Dengan tambahan satu poin, Persebaya kini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dari 18 tim. Mereka mengoleksi 13 poin, terpaut tujuh poin dari Tira Persikabo yang ada di puncak klasemen.

    Hasil itu sekaligus membuat Persebaya gagal mematahkan rekor belum terkalahkan PS Tira-Persikabo.

    Persebaya unggul lebih dulu pada menit ke-45 melalui tembakan jarak jauh Rachmat Irianto. Setelah itu, Bajul Ijo menciptakan banyak peluang emas, termasuk tembakan keras Amido Balde yang membentur mistar. Tapi, pada menit ke-63, gawang Persebaya malah kebobolan melalui eksekusi Wawan Febrianto berawal dari serangan balik.

    ”Kekurangan dari kami yang mencolok hari ini adalah penyelesaian akhir. Pada babak kedua cukup banyak peluang yang tercipta, tetapi tidak menghasilkan gol,” ulas pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman.

    ”Ini harus kami benahi untuk pertandingan berikutnya. Kami yakin kami akan bangkit,” tegasnya.

    Meski kecewa dengan hasil, Djanur mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Sepanjang 90 menit terus bermain spartan dalam menyerang maupun bertahan. Keputusannya memasang Rachmat Irianto sebagai gelandang bertahan berjalan dengan baik.

    Kapten tim Persebaya Ruben Sanadi juga menyayangkan timnya tidak meraih hasil sempurna. ”Lawan memang baik. Namun, kami juga melewatkan sejumlah peluang emas,” ucapnya.

    Ruben mengajak rekan-rekannya dan Bonek-Bonita untuk tidak patah semangat. Kompetisi masih panjang. Selisih mereka dengan pemuncak klasemen tujuh poin. Sedangkan pertandingan masih tersisa 24 laga. ”Peluang masih terbuka, perjalanan masih panjang,” tegasnya.

    Apalagi, dalam Persebaya akan mendapatkan suntikan kekuatan pada Agustus nanti. Pencetak gol terbanyak Persebaya musim lalu David da Silva akan bergabung. Beberapa hari ke depan dia akan bergabung dalam sesi latihan Bajul Ijo.

    PERSEBAYA.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.