Agresivisitas Jadi Kunci Sukses Tira Persikabo, Ini Penjelasan RD

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tira Persikabo. (Instagram/@officialpersikabo)

    Tira Persikabo. (Instagram/@officialpersikabo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan, berharap para pemainnya tidak terlena dengan posisi tim yang saat ini masih kukuh di puncak klasemen sementara Shopee Liga 1 2019.

    Pada pertandingan terakhir, Manahati Lestusen dan kawan-kawan berhasil mencuri poin dari markas Persebaya Surabaya dalam laga yang berakhir sama kuat 1-1. Hasil itu membuat Tira Persikabo mengoleksi 20 poin hingga pekan ke-10.

    "Saya harap anak-anak tidak memikirkan itu, karena hal itu bisa didapat juga oleh tim lain kalau dia bertemu tim-tim yang kita lawan. Tapi, saya cuma mengingatkan untuk kita terus fokus di pertandingan ke depan ini tanpa melihat kebelakang," kata RD, sapaan akrabnya.

    Meski demikian, RD memberikan perhatian terhadap lini belakang yang sudah kebobolan 11 gol. Namun, menurutnya itu adalah hal yang wajar sebagai risiko permainan menyerang yang ia usung.

    Satu nama yang mencuri perhatian adalah kiper Angga Saputra yang tampil stabil di bawah mistar. Namun RD enggan memberikan penilaian kepada satu individu dan lebih menilai sebagai satu tim.

    "Memang kadang sedikit masalah kita kalau mau menyerang, risikonya kita akan kena serangan. Tapi, kalau kita bandingkan gol yang kita dapatkan sebetulnya tidak terlalu buruk. Tapi, itu tetap menjadi perhatian untuk saya," beber RD.

    "Angga pemain yang cukup stabil penampilan sejauh ini. Tapi kalau kita bicara bagaimana bertahan tentu saya tidak bicara Angga personal, tapi sebagai sebuah tim ketika bagaimana kita bertahan. Saya juga ingin anak-anak bisa mengakui tentang konsep bertahan tim bertahan," jelas Rahmad Darmawan.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.