Universitas Terbuka dan Tempo Kembali Gelar Turnamen Tenis Meja

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta berusaha mengembalikan bola saat mengikuti pertandingan Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Universitas Terbuka (UT) - Tempo di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tanggerang Selatan, 20 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Seorang peserta berusaha mengembalikan bola saat mengikuti pertandingan Turnamen Tenis Meja Pelajar Nasional Universitas Terbuka (UT) - Tempo di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tanggerang Selatan, 20 Juli 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Terbuka bersama dengan Tempo Media Group kembali menggelar turnamen tenis meja tingkat pelajar nasional. Kejuaraan tahun itu akan kembali dilaksanakan pada 15-17 Agustus 2019 untuk memperebutkan Piala UT ke-7.

    Turnamen yang diadakan untuk menyambut hari jadi Universitas Terbuka yang ke-35 tahun itu menyiapkan total Rp 136 juta. Ada 11 kategori lomba yang dibuka oleh panitia. Mereka adalah kategori pemula putra, pemula putri, kadet putra, kadet putri.

    Lalu junior putra, junior putri, kategori divisi V, kategori non-PON, mahasiswa, mahasiswi, dan kategori umum. Pemenang di tiap kategori akan mendapatkan sejumlah uang tunai yang bervariasi mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 10 juta. Panitia membuka pendaftaran bagi peserta mulai 1 Juli sampai 9 Agustus 2019 dengan biaya Rp 75.000 untuk kategori kadet dan sisanya Rp 100.000.

    Tahun lalu, turnamen yang diberi tajuk Tenis Meja UT-Tempo menarik banyak peminat. Sebanyak 734 peserta yang berasal dari 18 provinsi bertanding di Universitas Terbuka Convention Centre. Salah satu atlet nasional ikut meramaikan, yakni David Jacobs. Ia berhasil merebut gelar juara di kategori umum.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.