Persebaya Vs Persipura, Jacksen: Rekor Masa Lalu Bukan Jaminan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. (liga-indonesia.id)

    Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Surabaya - Persipura Jayapura akan berlaga di kandang Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1, Jumat, 2 Agustus 2019. Tim berjulukan Mutiara Hitam ini punya rekor bagus di bawah besutan pelatih baru Jacksen F. Tiago.

    Kendati demikian, Jacksen menilai rekor tersebut tidak bisa dijadikan jaminan. Mantan pemain dan pelatih Persebaya ini lebih memilih fokus terhadap persiapan timnya menjelang pertandingan besok.

    "Jelas kami berharap dapat hasil yang terbaik. Tapi apa yang terjadi pada masa lalu tidak bisa jadi sebuah jaminan pertandingan besok kami akan sukses," kata pelatih asal Brasil ini saat konferensi pers, Kamis, 1 Agustus 2019.

    Jacksen menjanjikan menampilkan skuad terbaiknya. Kecuali Boaz Solossa, kata dia, semua pemainnya dalam keadaan fit dan siap bermain. "Lihat nanti malam apa dia (Boaz) bisa main atau tidak," kata mantan pelatih Persebaya ini.

    Dia berharap pemain senior itu bisa diturunkan mengingat peran dan kontribusinya sangat besar bagi tim. Dalam dua laga terakhir, Boaz mencetak dua gol masing-masing ke gawang Madura United dan Bhayangkara FC.

    Persipura di bawah arahan Jacksen, yang berstatus sebagai pelatih anyar ini, dalam tren positif. Menggantikan kompatriot senegaranya, Luciano Leandro, Jacksen langsung mempersembahkan dua kemenangan.

    Sebaliknya tim tuan rumah Persebaya Surabaya berada dalam keterpurukan. Mereka saat ini berada dalam tekanan. Tim berjulukan Green Force ini tak pernah menang dalam lima laga terakhir. Nasib pelatih Djadjang Nurdjaman di ujung tanduk.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.