Kasus Pencurian Umur Pemain Timor Leste, Begini Putusan AFF

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepak bola. (fixabay.com)

    Ilustrasi sepak bola. (fixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Sepak bola ASEAN (AFF) menolak protes yang diajukan beberapa negara peserta Piala AFF U-15 terkait dugaan pencurian umur salah satu pemain tim nasional U-15 Timor Leste.

    Dikutip dari laman resmi AFF di Jakarta, Minggu, AFF menegaskan bahwa pemain sekaligus kapten timnas U-15 Timor Leste Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas sah untuk bermain di Piala AFF U-15 2019.

    "Pemain Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas yang bernomor punggung 10 dari Timor Leste memenuhi syarat untuk berpartisipasi di Piala AFF U-15 2019 sesuai dengan Pasal 5.1 Aturan Turnamen Piala AFF U-15," tulis AFF dalam keterangan resminya.

    Dengan demikian, AFF menyebut bahwa keberatan yang diajukan oleh Myanmar dan Singapura terkait hal itu tidak terbukti.

    Menurut AFF, keputusan terkait Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas diambil setelah melakukan penyelidikan secara menyeluruh termasuk mengevaluasi dokumen-dokumen dan laporan medis.

    Dugaan kasus pencurian umur di Piala AFF U-15 2019 menyeret nama pemain sekaligus kapten timnas U-15 Timor Leste yang bernama Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas.

    Sosok yang dianggap "serupa" dengan Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas ada dalam daftar pemain timnas senior Timor Leste dalam Piala AFF 2018. Kala itu, dia disebut berusia 22 tahun.

    Seorang diduga Paulo Da Costa juga dianggap memiliki jejak di Kualifikasi Piala Asia U-16 2018 yang berlangsung September 2017.

    Meski tak tercoret karena kasus pencurian umur Timor Leste akhirnya gagal lolos ke semifinal setelah dalam laga terakhirnya di kalahkan Vietnam 1-0. Vietnam menyertai Indonesia lolos ke semifinal dari grup A.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?