Penyebab Ajax Amsterdam Harus Lewati Kualifkasi Liga Champions

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ajax Amsterdam. (instagam/@afcajax)

    Ajax Amsterdam. (instagam/@afcajax)

    TEMPO.CO, Jakarta - Fenomena menarik tersaji di ajang Liga Champions musim ini. Ajax Amsterdam yang musim lalu lolos ke semifinal kini harus berjuang dari babak kualifikasi ketiga. Artinya mereka harus melewati dua babak sebelum bisa masuk babak utama.

    Kenapa ini bisa terjadi? Bukankah Ajax berhasil menjadi juara Liga Belanda? Hal itu tak lepas dari posisi Belanda dalam ranking UEFA (UEFA coefficient ranking).

    Badan sepak bola Eropa membuat pemeringkatan negara-negara anggotanya berdasarkan performa performa negara-negara yang bersangkutan di kompetisi antarklub Eropa. Nah, UEFA menetapkan hanya 11 negara yang berhak langsung lolos ke babak utama Liga Champions.

    Kebetulan Belanda saat ini berada di posisi ke-14 daftar itu. Mereka ada di bawah Spanyol, Inggris, Italia, Jerman, Prancis, Rusia, Portugal, Ukraina, Belgia, Turki, Austria, Swiss, dan Republik Cek.

    Karena itulah Ajax, yang menjadi juara eredivisie 2018/2019, tetap harus berlaga di babak kualifikasi ketiga. Sedangkan PSV Eindhoven yang merupakan runner-up harus berlaga di kualifiksi kedua.

    PSV sudah langsung kandas karena disingkirkan basel (Swiss). Ajax akan memulai perjuangannya di kualifikas ketiga pada Rabu dinihari nanti. Mereka akan melawan klub Yunani PAOK.

    Jadwal kualifikasi ketiga Liga Champions Rabu dinihari, 7 Agustus 2019:
    00.00 Apoel Nicosia (Siprus) vs Qarabag (Azerbaijan)
    00.00 PAOK Thessaloniki (Yunani) vs Ajax Amsterdam (Belanda)
    01.00 Dinamo Zagreb (Kroasia) vs Ferencvaros (Hungaria)
    01.30 Club Brugge (Belgia) vs Dynamo Kiev (Ukraina)
    01.45 Red Star Belgrade (Serbia) vs FC Copenhagen (Denmark).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.