Harry Maguire, Bek Tengah Legendaris, Inilah 8 Orang di Antaranya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harry Maguire. (instagram/@harrymaguire93)

    Harry Maguire. (instagram/@harrymaguire93)

    TEMPO.CO, Jakarta - Harry Maguire sekarang menjadi pemain bek termahal di dunia setelah secara resmi ia dikontrak Manchester United pada Senin ini, 5 Agustus 2019, setelah dibeli dari Leicester City dengan harga transfer 80 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,40 triliun.

    Maguire menegaskan kembali sosok bek tengah yang bisa menjadi begitu sentral di lapangan karena sudah contoh terakhir yang aktual. Conton itu adalah Virgil van Dijk yang menjadi salah satu bintang Liverpool menjuarai Liga Champions musim lalu.

    Maguire pun begitu. Kepemimpinannya di jantung pertahanan dan koordinasinya dengan kiper, dua bek sayap, serta tandenya sebagai bek tengah, membawa Inggris sukses mencapai semifinal Piala Dunia kedua kalinya setelah 1990 di Rusia tahun lalu.

    Harry Maguire disebut-sebut sebenarnya tak terlalu cepat, bahkan ada yang menilainya tampil lamban. Tapi, banyak diakui, ia cerdas membaca jalannya pertandingan, cekatan melakukan intersep, dan tackling-tackling yang dilakukannya pas dan bersih.

    Satu lagi, ia andal mengeksekusi bola lambung di mulut gawang lawan dengan tandukan, seperti yang dilakukannya di Piala Dunia Rusia 2018.

    Harry Maguire pun dinilai belum menjadi bek tengah yang hebat atau legendaris. Pemain kelahiran Sheffield 26 tahun lalu itu dibilang masih berproses untuk menuju ke sana. Bisa sukses atau gagal. Tapi, yang jelas, kemunculan Maguire ini mengigatkan kembali kepada sosok khas bek tengah, center back, sweeper, dan libero, pemain sentral di depan kiper.     

    Dulu mereka berdiri sendiri di belakang dua stopper dalam formasi 1-3-4-2, kini lebih tren dua bek tengah sejajar dalam formasi 4-4-2 atau 4-3-3 dengan berbagai variannya.

    Franz Beckenbauer:

    Kapten Jerman Barat, Franz Beckenbauer mengangkat Piala Dunia, setelah mengalahkan Belanda 2-1 dalam final yang berlangsung di Munich, Jerman Barat, pada 7 Juli, 1974. Popperfoto/Getty Images

    Legenda sepak bola Jerman. Pahlawan Jerman Barat ketika memenangi Piala Dunia 1974 dan sebagai pelatih membawa tim Panser menjuarai Piala Dunia 1990.

    Sebutannya sebagai kaisar sudah menggambarkan kewibawaan dan karisma Beckenbauer ketika masih berjaya di lapangan. Ia adalah bek tengah yang bisa menjelajah ke segala arah dan cepat melapis setiap lini.

    Itu menegaskan sebutannya sebagai libero dalam konsep sepak bola catenaccio Italia. Bek tengah yang berada di belakang dua stopper dengan dua bek sayap di kedua sisinya.

    Seiring perkembangan zaman sudah kian jarang bahkan nyaris tidak ada lagi tim yang memakai libero murni. Sepak bola sekarang lebih cenderung memakai dua bek tengah sejajar.

    Ruud Krol:

    Ia anggota tim legendaris Belanda ketika mencapai final Piala Dunia 1974. Posisi aslinya bek kanan. Setelah Johan Cruyff tak mau lagi tampil di Piala Dunia 1978, Krol yang pernah main di Stadion Gelora Bung Karno pada era 1970-an bersama Ajax Amsterdam naik jadi kapten tim.

    Krol pindah posisi menjadi bek tengah yang tampil anggun seperti Beckenbauer pada Piala Dunia 1978 di Argentina, meski Belanda akhirnya kembali kalah di final.  

    Terry Butcher:

    Terry Butcher, mantan kapten timnas Inggris yang kini menjadi pelatih Filipina guna menghadapi Piala Asia 2019. (Lynne Cameron/PA)

    Butcher pasti gembira menyaksikan Harry Maguire dan kawan-kawan mencapai semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia. Ini mengulangi prestasi Butcher cs mencapai semifinal Piala Dunia 1990 di Italia.  

    Bila Beckenbauer dan Kroll bisa menjadi bek tengah yang beraksi sebagai libero, Butcher ini lebih berfokus kepada kelugasannya sebagai palang pintu pertahanan, sebagai sweeper alias tukang sapu bersih. Butcher ini juga terkenal sebagai salah satu korban kejeniusan Diego Maradona melewati lima-enam pemain Inggris pada Piala Dunia 1986.

    Franco Baresi:

    Legenda klub AC Milan, Franco Baresi, menendang bola saat membuka acara The All Star Team Competition di Lapangan Senayan, Jakarta (1/5).ANTARA/str-Putra

    Ini salah satu contoh produk asli libero dari tanah kelahiran catenaccio: Italia. Tapi, ia bermain sedikit lebih keras dari Beckenbauer dan Krool. Ia sebenarnya sudah menjadi anggota tim Italia yang tersohor ketika memenangi Piala Dunia 1982. Tapi, di Spanyol waktu itu, ia tak dimainkan sama sekali oleh pelatih Enzo Bearzot.

    Baresi adalah pemain pilar yang membuat AC Milan dulu begitu dahsyat. Ia membawa Italia merebut peringkat ketiga Piala Dunia 1990 dan finalis 1994.

    Ronald Koeman:

    Josep Guardiola dan Ronald Koeman. (sport.es)

    Ronald Koeman ini identik dengan Belanda dan Barcelona. Hampir mirip seperti yang dikesankan pada sosok Harry Maguire, Koeman ini juga terlihat seperti lamban di belakang rekannya yang tak kalah legendaris, Frank Rijkaard, di jantung pertahanan Belanda. Tapi, seperti juga yang disebut-sebut ada pada Maguire, Koeman ini cerdas membaca jalannya pertadingan, elegan, cerdas, dan tendangan jarak jauhnya rutin membobol gawang tim-tim papan atas dunia. Koeman, Rijkaard, Marco van Basten, Ruud Gullit, dan kawan-kawan adalah pilar pelatih legendaris Belanda, Rinus Michels, mempersembahkan prestasi terbaik terakhirnya, yaitu trofi Piala Eropa 1988.

    John Terry:

    Bek Chelsea John Terry, berusaha menghentikan penyerang Barcelona Lionel Messi pada Semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, 6 Mei 2009. Pada April 2000 Chelsea dan Barcelona bertemu di perempat final Liga Champions dimana Barcelona berhasil mengingkirkan Chelsea dengan aggregat 6-4. Clive Rose/Getty Images

    Terry pada masa jayanya di Chelsea dan Inggris juga menjelajah ke mana-mana di lapangan dari posisinya sebagai bek tengah. Aksi terobosannya dari belakang untuk menanduk bola di udara dari umpan silang di mulut gawang lawan akan selalu dikenang.

    Ia kapten Chelsea memenangi Liga Champions 2012, finalis 2008, dan saat menjuarai Liga Europa  2013. Sayang prestasinya sebagai kapten Inggris tak secemerlang di Chelsea.

    Jaap Stam:

    Saat Sir Alex Ferguson menciptkan treble yang legendaris di Manchester United dengan menjuarai Liga Primer Inggris, Piala FA, dan Liga Champions dalam tahun 1999, bek tengah Belanda ini adalah salah satu pilar pentingnya.

    Stam seperti menara di jantung pertahanan Setan Merah. Ia lugas dan tidak terlalu avonturir untuk sering-sering menjelajah lapangan seperti Terry. Tapi, ia sering bergerak langsung ke intinya: mendadak menerobos ke muka gawang lawan untuk menanduk bola di udara.

    Bila Harry Maguire sekarang disebut punya tackle yang lugas dan bersih, hal itu juga ada pada Stam. Pemain Belanda ini adalah rekan satu tim dari pelatih Ole Gunnar Solskjaer semasa menjadi pemain ketika membawa Manchester United meraih treble 1999.

    Rio Ferdinand:

    Pesepakbola Manchester United Rio Ferdinand (kanan) dan Michael Carrick merayakan gelar juara Liga Primer Inggris ke-20 yang diperoleh MU setelah menghajar Aston Villa 3-0 di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Senin (22/4). AP/Jon Super

    Setelah Jaap Stam, Sir Alef Ferguson punya Rio Ferdinand di jantung pertahanan Manchester United. Dibanding Stam, gaya bermain Ferdinand lebih luwes dan lentur. Ia sering disebut seperti sedang menari balet sebagai bek tengah.  

    Gaya bermainnya yang anggun, tenang, dan mengutamakan kejelian. Itu sebabnya ia paling mendukung bergabungnya Harry Maguire ke Old Trafford, karena Maguire tak terlalu cepat tapi bermain dengan pandai.

    Rio Ferdinand generasi bek tengah Manchester United terakhir yang mencuat dengan enam trofi juara Liga Primer Inggris dan juara Liga Champions 2008.

    Virgil van Dijk:

    Pemain Liverpool Virgil van Dijk mencium piala Liga Champions yang diraihnya usai mengalahkan Tottenham Hotspur di Wanda Metropolitano, Madird, Spanyol, 1 Juni 2019. REUTERS/Carl Recine

    Tak banyak bek tengah yang difavoritkan meraih penghargaan sebagai pemain terbaik di Eropa dan dunia. Tapi, pada 2019 ini, Virgil van Dijk adalah salah satu kandidat terkuatnya.

    Dua tahun lalu, ia menjadi pemain bek termahal di dunia ketika dibeli Liverpool dari Southampton dengan harga 75 juta pound sterling. Hasilnya adalah Van Dijk membawa Liverpool menjuarai Liga Champions 2019 dan membawa The Reds ini tampil pada final Liga Champions dua kali berturut-turut.

    Virgil van Dijk sekarang kapten Belanda yang sedang menggeliat lagi untuk bersiap kembali menjadi raksasa sepak bola Eropa dan dunia di bawah asuhan libero Oranye di masa lalu, Ronald Koeman.

    Kalau Liverpool mendatangkan Van Dijk dan kemudian bisa juara Liga Champions lagi, apakah Manchester United bisa juara Liga Primer Inggris lagi setelah merekrut Maguire? Kita tunggu hasilnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.