Gagal ke Everton, Wilfried Zaha Minta kepada Palace untuk Dijual

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Tottenham Hotspur Mousa Dembele (belakang), berhadapan dengan pemain Crystal Palace Wilfried Zaha dalam pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris di Stadion Wembley, London, 5 November 2017. AP

    Pemain Tottenham Hotspur Mousa Dembele (belakang), berhadapan dengan pemain Crystal Palace Wilfried Zaha dalam pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris di Stadion Wembley, London, 5 November 2017. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Wilfried Zaha meminta kepada klubnya, Crystal Palace, untuk dimasukkan ke dalam bursa transfer pada masa tenggat Kamis ini, 8 Agustus 2019. Hal itu terjadi setelah Palace menolak lamaran Everton untuk mendapatkan pemain penyerang Pantai Gading ini di bawah harga 100 juta pound sterling atau sekitar Rp 1,72 triliun.

    Manajer Everton, Mauro Silva, menjadi orang  terdepan yang menginginkn kedatangan Zaha sejak lamaran Arsenal buat pemain berusia 26 tahun ini ditolak Palace pada musim panas ini. Everton sudah menawarkan harga 52 juta pound pada akhir Juli lalu, tapi tentu saja Palace tak mau dengan bayaran senilai itu.

    Setelah merekrut pemain muda bertalenta tinggi, Moise Kean, dari Juventus, Silva ingin memperkuat lini depannya dengan menawarkan pembayaran transfer 70 juta  pound ditambah penyerahan pemain James McCarthy dan meminjam penyerang Turki, Cenk Tosun, kepad Palace.

    Tapi, menjelang 24 jam jendela transfer ditutup hari ini, Crystal Palace kembali menolak nilai tawaran Everton yang kedua untuk mendapatkan Wilfried Zaha.

    Setelah agen pemainnya menunda pembicaraan dengan Crystal Palace, Wilfried Zaha meminta secara resmi kepada klubnya untuk dijual. Tapi, ketua Palace, Steve Parish, berusaha mempertahankan bintangnya itu, meski sadar hal itu akan membuat Zaha kecewa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.