Liga 1: Persebaya Surabaya Memecat Djadjang Nurdjaman

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman. (persebaya.id)

    Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman. (persebaya.id)

    TEMPO.CO, Surabaya - Persebaya Surabaya mengumumkan pemecatan Djadjang Nurdjaman dari posisinya sebagai pelatih hanya selang beberapa jam setelah Persebaya ditahan imbang Madura United 2-2 di kandang, Stadion Bung Tomo, Sabtu malam, 10 Agustus 2019.

    Manajemen Persebaya menyampaikan asisten pelatih Bejo Sugiantoro akan menggantikan peran Djanur menangani klub pada laga tandang melawan Arema FC pada Kamis, 15 Agustus 2019. Bejo akan menjadi pelatih caretaker Persebaya selama klub belum mendapatkan pelatih baru.

    "Evaluasi ini sudah disampaikan beberapa laga sebelumnya. Tapi, kami memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata kami tak kunjung meraih hasil memuaskan," kata Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, seperti dikutip dari situs resmi Persebaya, Sabtu, 10 Agustus 2019.

    Menurut Candra, pelatih yang akrab disapa Djanur ini menerima keputusan manajemen. Djanur, kata Candra, menyatakan bertanggung jawab atas performa Persebaya.

    Candra berterima kasih atas kinerja Djanur untuk Persebaya. Musim lalu, mantan pelatih Persib Bandung berhasil mengangkat performa Persebaya dari posisi Green Force terancam degradasi mampu finis di posisi lima besar. Tahun ini, Djanur juga berhasil mengantarkan Persebaya menembus final Piala Presiden. Ke depan, Persebaya membutuhkan pelatih kepala baru untuk mendongkrak performa tim dan menjaga peluang juara.

    Sebelumnya Djanur menyampaikan dirinya menyerahkan keputusan terkait nasibnya di Persebaya ke manajemen. "Saya pikir saya serahkan kembali ke manajemen. Kalau ada perintah out, saya akan out," kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu seusai laga, Sabtu, 10 Agustus 2019.

    NURHADI | PERSEBAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.