Liga 1: Pecat Djadjang Nurdjaman, Begini Kata Manajer Persebaya

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman. (liga-indonesia.id)

    Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub Liga 1 Persebaya Surabaya memecat Djadjang Nurdjaman. Untuk laga berikutnya, melawan Arema FC pada 15 Agustus, mereka akan dipimpin asisten pelatih Bejo Sugiantoro.

    Manajemen Persebaya memutuskan mengakhiri kontrak pelatih Djanur, Sabtu malam, 10 Agustus 2019, setelah bermain imbang 2-2 dengan Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo.

    Hasil seri itu menjadi yang kelima Persebaya di kandang. Juga memperpanjang hasil minor Persebaya dalam tujuh pertandingan terakhir. Sekali menang, empat kali seri, dua kali kalah.

    ’’Evaluasi ini sudah disampaikan beberapa laga sebelumnya. Tapi, kami memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata kami tak kunjung meraih hasil memuaskan,’’ kata Manajer Persebaya Candra Wahyudi seperti dikutip laman Persebaya.

    Djanur sendiri menerima semua keputusan manajemen. Dia menyatakan bertanggung jawab atas performa Persebaya.

    Coach Djanur sebenarnya pelatih yang bagus. Musim lalu, mengangkat performa Persebaya. Dari posisi Green Force terancam degradasi, namun akhirnya finis di posisi lima besar. Tahun ini, Djanur juga berhasil mengantarkan Persebaya menembus final Piala Presiden.

    Karena itu, Persebaya tetap mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sumbangsih Djanur. Manajemen menilai Persebaya perlu pelatih kepala baru untuk mendongkrak performa tim. Untuk tetap menjaga peluang juara.

    Dalam beberapa pertandingan ke depan, Bejo Sugiantoro akan menjadi pelatih caretaker Persebaya. Manajemen dalam waktu secepatnya akan mengumumkan siapa pelatih kepala definitif.

    PERSEBAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.