Lawan Arema FC, Persebaya Surabaya Tak Ubah Gaya Bermain

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persebaya Manuchehr Jalilov (depan) mengontrol bola dihalangi bek Barito Putera Rony Esar Beroperay di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 9 Juli 2019 (Persebaya.id)

    Pemain Persebaya Manuchehr Jalilov (depan) mengontrol bola dihalangi bek Barito Putera Rony Esar Beroperay di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, 9 Juli 2019 (Persebaya.id)

    TEMPO.CO, Surabaya - Asisten pelatih Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro, menyatakan tak akan mengubah gaya permainan timnya saat melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis, 15 Agustus 2019.

    "Sama seperti gaya bermain coach Djanur (sapaan Djadjang Nurdjaman)," kata karteker Persebaya itu setelah memimpin anak asuhannya latihan taktikal di Lapangan Polda Jatim, Selasa sore, 13 Agustus 2019.

    Namun, kata Bejo, Ruben Sanadi dan kawan-kawan diinstruksikan bermain lebih ngeyel. "Kami tinggal tambahkan saja. Ngeyel-nya ditampakkan lagi," kata legenda hidup Persebaya itu.

    Kepada pemainnya, Bejo meminta mereka bermain ngeyel, ngosek, dan wani sesuai karakter Surabaya. "Itu cukup bagi saya. Dan, Bonek (suporter fanatik Persebaya) tahu nantinya menilai seperti apa," katanya.

    Disinggung kondisi skuatnya, Bejo menyatakan semua pemain siap bermain, termasuk dua bek tengah yang pada laga sebelum absen karena hukuman kartu, yakni Hansamu Yama Pranata dan Otavio Dutra.

    Kendati begitu, Bejo belum bisa menentukan starting eleven yang akan diturunkan melawan tim rival. "Sampai detik ini saya belum menentukan starting eleven. Dengan latihan hari ini saya bisa berubah lagi," ucapnya.

    Seperti pertandingan sebelumnya, laga bertajuk derbi Jatim tersebut diprediksi berjalan dengan tensi tinggi. Kedua tim bakal berusaha saling mengalahkan demi sebuah revalitas dan gengsi.

    Dengan mempertimbangkan beberapa aspek, Persebaya tidak menggunakan jatah latihan resmi di Stadion Kanjuruhan. "Kami sudah pernah melakukan ini. Kalau lawan Arema pasti tidak ada OT (official training)," katanya.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.