Liverpool Vs Chelsea, Lampard Tak Mau Eror Lagi seperti Lawan MU

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dan pelatih Chelsea Frank Lampard. REUTERS/Phil Noble

    Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dan pelatih Chelsea Frank Lampard. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Dilibas Manchester United 4-0 pada pertandingan pertama Liga Primer Inggris 2019-2020 menyakitkan Frank Lampard, dalam debutnya sebagai manajer Chelsea. Ia tak ingin dipermalukan lagi pada final Piala Super Eropa di BJK Vodafone Park, Istanbul, Turki, dinihari nanti, Kamis 15 Agustus 2019, melawan Liverpool.

    Menghadapi pertarungan antara juara Liga Champions dan juara Liga Europa musim lalu di Beksitas, Istanbul, dinihari nanti, Frank Lampard menegaskan ia sudah belajar banyak dari kekalahan di Old Trafford, Minggu lalu.

    “Kami harus bermain jauh lebih baik, terutama untuk tidak membiarkan rentetan kesalahan sehingga lawan mendapat celah untuk melancarkan serangan balik,” kata manajer Derby County di Liga Champioship, Inggris, musim lalu ini.

    “Sebab, semua tim bagus akan membuat akan anda berada dalam kesulitan jika anda melakukan kelengahan itu,” Lampard melanjutkan.

    “Pertandingan ini sangat penting buat klub (Chelsea). Saya tahu dari tangan pertama karena saya terlibat dalam dua kekalahan pada final Piala Super. Kami kalah dari Atletico Madrid dalam situasi yang menyedihkan dan kemudian kalah dari (Bayern) Munich,” kata mantan bintang pemain Chelsea kepada sejumlah media di Eropa.

    “Ini sangat berarti buat kami sebagai sebuah klub dan secara pribadi akan menjadi start yang manis buat saya,” kata Lampard.

    Sebagai pemain, Frank Lampard membawa Chelsea menjuarai Liga Champions Eropa 2011-2012 dan memenangi Liga Europa 2012-13.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.