Liverpool Vs Chelsea: Simpati Klopp kepada Musuh, Basa-basi?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Reuters

    Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, melontarkan komentar bernada simpati kepada musuh mereka, Chelsea dan manajernya, Frank Lampard, menjelang pertandingan final Piala Super Eropa di BJK Vodafone Park, Istanbul, Turki, dinihari nanti, Kamis 15 Agustus 2019.

    “Chelsea adalah tim kuat, muda-muda, segar, dan sedang berada dalam saat-saat yang menarik bersama Frank Lampard di sana. Seorang legenda klub itu yang sedang berusaha mengukir namanya sendiri sebagai seorang manajer,” kata Klopp sebagaimana dikutip Guardian dan media-media di Eropa lainnya.  

    “Semua yang ada di Chelsea sekarang berada di tangannya. Ini adalah trofi pertama yang bisa mereka raih secara bersama-sama. Hal itu akan membuat pertandingan ini akan benar-benar sangat menarik. Dan, juga sangat penting buat kami,” Klopp melanjutkan.

    Buat Liverpool ini adalah penampilan keenam mereka pada dinal Piala Super. Hal itu terjadi setelah Klopp meraih trofi pertamanya selama mengasuh The Reds dengan menjuarai Liga Champions Eropa musim lalu, Juni 2019, dan kemudian kalah adu penalti melawan Manchester City pada Community Shield FA.

    Liverpoo di bawah asuhan Klopp ini memang dalam momen terdahsyat yang bisa bikin Frank Lampard dan kawan-kawan ngeri. Reds menghantam Norwich City 4-1 pekan lalu pada laga perdana Liga Primer. Bandingkan dengan Chelsea yang rontok 0-4 di kandang Manchester United.

    Tapi, Jurgen Klopp menegaskan kekalahan telak Chelsea di kandang Manchester United itu tak dapat dijadikan ukuran buat laga Liverpol vs Chelsea dinihari nanti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.