Mau Jadi Ketua Umum PSSI? Awas, Jangan Kena Pidana

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PSSI. (pssi.org)

    Logo PSSI. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi sepak bola Indonesia atau PSSI sudah membentuk Komite Pemilihan untuk menjaring calon ketua umum. Anggota Komite Pemilihan, Budiman Dalimunthe, mengatakan saat ini tengah menunggu Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk kepastian penyelenggaraan kongres.

    Sebab, lanjutnya, hingga kini belum ada kepastian waktu penyelenggaraan kongres. “Belum dipastikan. Masih menunggu Exco, jadi 3 November 2019 atau 25 Januari 2020,” ujar Budiman Dalimunthe kepada Tempo, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Di Kongres Luar Biasa (KLB) 27 Juli 2019, anggota federasi menginginkan pemilihan ketua umum PSSI dimajukan. Semula, pemilihan anggota Exco dan ketua umum PSSI dijadwalkan pada Januari 2020 saat Kongres Tahunan. Namun KLB memutuskan dimajukan menjadi November 2019.

    Budiman menyatakan begitu tanggal kongres sudah ditetapkan, Komite Pemilihan segera menyosialisasi ke pemilik suara atau anggota PSSI. Ihwal persyaratan, ada sejumlah hal yang harus dipenuhi oleh calon ketua PSSI.

    Menurut dia, calon ketua umum PSSI harus sudah pernah berkecimpung di sepak bola nasional. "Selain itu ada surat kelakuan baik, ada surat tidak terlibat pidana," kata dia.

    Saat ini kursi ketua umum PSSI diisi oleh seorang pelaksana tugas, yakni Iwan Budianto. Selepas Edy Rahmayadi turun dari kursi ketua umum, penggantinya Joko Driyono terjerat kasus perusakan barang bukti pada perkara pengaturan skor. Pengadilan memvonis dia hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.