Arema FC Vs Persebaya: Bejo Sugiantoro Tekankan Dua Hal

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, memberi pengarahan kepada pemain dalam latihan resmi menjelang leg 1 Final Piala Presiden 2019 (Persebaya.id)

    Asisten pelatih Persebaya, Bejo Sugiantoro, memberi pengarahan kepada pemain dalam latihan resmi menjelang leg 1 Final Piala Presiden 2019 (Persebaya.id)

    TEMPO.CO, JakartaPersebaya Surabaya akan menyambangi markas Arema FC, Stadion Kanjuruhan, dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-14, Kamis, 15 Agustus 2019. Mereka akan menjalani laga pertama setelah ditinggal Djadjang Nurdjaman yang dipecat.

    Persebaya akan dipimpin pelatih sementara Persebaya, Bejo Sugiantoro, dalam laga derby Jatim itu. Mereka akan berusaha bangkit setelah di laga sebelumnya ditahan Madura United 2-2.

    Bejo menyatakan, ia memprioritaskan untuk menyiapkan mental pemain jelang pertandingan lawan Arema. "Dalam sepak bola itu ada 4 item teknik, taktik, skill dan mental. Sekarang kami membuat mental jadi nomor pertama. Kalau tiga lain sudah punya tinggal mental yang berbicara," kata dia seperti dikutip laman Liga Indonesia.

    Mantan pemain Persebaya ini mengaku tak akan mengubah gaya bermain yang dibuat Djajang Nurdjaman. Ia hanya meminta pemain bermain lebih ngeyel. "Gaya main mulai coach Djanur sama tinggal ditambahi tidak dikurangi. Ngeyelnya harus ditambahi, jangan mudah dilewati lawan ya itu prinsip ngeyel ngosek, wani yang harus ditampilkan pemain," kata Bejo.

    Persebaya selalu kesulitan menang jika bermain di kandang Arema FC. Bahkan pada pertemuan terakhir mereka kalah dengan skor 0-2 pada leg kedua final Piala Presiden 2019 lalu.

    Kini Persebaya berada di posisi ketujuh klasemen dengan nilai 18 dari 13 laga, sedangkan Arema FC di posisi keenam dengan nilai 19 dari 12 laga.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.