Soal Satgas Antimafia Bola Jilid II, Ini Tanggapan Operator Liga

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono mengenakan baju tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa dini hari, 26 Maret 2019. Joko Driyono diduga sengaja merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan beberapa peristiwa yang saat ini sedang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola Polri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono mengenakan baju tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa dini hari, 26 Maret 2019. Joko Driyono diduga sengaja merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan beberapa peristiwa yang saat ini sedang diinvestigasi oleh Satgas Antimafia Bola Polri. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 Indonesia mengaku belum mendapatkan informasi secara resmi perihal langkah Kepolisian RI menghidupkan lagi Satgas Antimafia Bola Jilid II. Satgas ini akan bekerja selama empat bulan sejak 6 Agustus 2019.

    Satgas Antimafia Sepak Bola Jilid II ini masih dipimpin oleh Brigadir Jenderal Hendro Pandowo. Satgas ini tidak hanya berfokus di tingkat pusat, tetapi menyebar ke 13 wilayah.

    Manajer Kompetisi LIB, Asep Saputra, mengatakan baru mendengar kabar melalui media. “Tadi pagi juga ada yang nanya ke saya, saya cek ke bagian admin belum ada juga,” ujar Asep kepada Tempo, Rabu, 14 Agustus 2019.

    Asep belum mau banyak berkomentar terkait Satgas Antimafia Sepak Bola Jilid II itu sebelum PT LIB menerima surat resmi dari kepolisian. Ia berjanji akan memberikan keterangan secara detail setelah ada komunikasi dengan tim Satgas Antimafia Bola tersebut.

    “Saya juga belum dapat info apa-apa, jadi belum bisa berkomentar apa-apa terkait itu,” kata Asep.

    Sebelumnya, Polri membentuk Satgas Antimafia Sepak Bola untuk menyelidiki kasus suap yang melibatkan petinggi PSSI, pengurus klub di Liga 3 dan Liga 2 Indonesia.

    Juru bicara Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo sebelumnya menyampaikan bahwa Satgas Antimafia Bola Jilid II bakal hadir di daerah. "Satgas Pusat membentuk Satgas daerah di 13 provinsi," kata Dedi mengutip Antara, Selasa, 13 Agustus 2019.

    Provinsi-provinsi yang dimaksud adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, Bali, Lampung. Lalu Papua, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan DI Yogyakarta.

    Menurut Dedi, kehadiran Satgas Antimafia merupakan permintaan masyarakat yang menginginkan pelaksanaan Liga 1 Indonesia berjalan bersih. Publik, kata dia, tak ingin kasus pengaturan pertandingan kembali terjadi di kompetisi Liga Indonesia.

    Satgas Antimafia Bola Jilid II, kata Dedi, akan menggelar pertemuan dengan operator liga dan federasi sepak bola Indonesia (PSSI). Rencananya pertemuan itu akan diadakan pada Rabu, 14 Agustus 2019.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.