Pelatih Timnas U-18 Ajak Pemain Jalan-jalan Sebelum Semifinal AFF

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas U-18 Indonesia. pssi.org

    Pemain timnas U-18 Indonesia. pssi.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pemain Tim Nasional Indonesia U-18 atau Timnas U-18 memanfaatkan waktu istirahat dua hari menjelang laga semifinal Piala AFF U-18 dengan pemulihan kondisi fisik dan penyegaran psikologis. Pelatih Timnas U-18, Fakhri Husaini mengajak para pemainnya jalan-jalan ke Ben Thanh Market, Ho Chi Minh City, Kamis, 15 Agustus 2019.

    Menurut Fahri, David Maulana dan kawan-kawannya berhak mendapatkan waktu untuk refreshing setelah melakoni lima kali laga di babak penyisihan Grup A. Sebab, kata dia, selama mengikuti Piala AFF U-18 ini, mereka hanya tahu hotel, stadion, dan lapangan latihan. Di pasar itu, para pemain Timnas U-18 diberikan kesempatan untuk berbelanja oleh-oleh khas Vietnam.

    "Ini merupakan bagian dari latihan non teknis yang saya berikan ke mereka. Di sini, mereka bisa berinteraksi dengan sesama pemain lain dan masyarakat sekitarnya. Saya juga ingin lihat mereka bertemu beberapa warga Indonesia di pasar itu," tutur Fakhri seperti dikutip dari situs resmi PSSI, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Pemain Timnas U-18, David Maulana menambahkan, tim pelatih seperti biasa akan memberikan latihan untuk pemulihan kondisi fisik sebelum laga berikutnya. Selain itu, David melanjutkan, timnya akan mendapatkan latihan lain dari evaluasi kekuarangan di beberapa laga Grup A.

    Mengenai kekuatan Malaysia yang menjadi lawan Timnas U-18 di babak semifinal Piala AFF U-18, Fakhri mengaku sudah mempelajari kekuatan mereka. "Kami sudah melihat pertandingan Malaysia saat lawan Australia secara langsung. Kami pun telah mengevaluasi permainan mereka dari rekaman ulang. Kami telah memiliki catatan kelebihan dan kelemahan tim Malaysia," kata Fakhri.

    PSSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?