Liga 1: Bejo Sugiantoro Desak Persebaya Cari Pelatih Baru

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda (kedua dari kiri) saat melanjutkan kerja sama pendanaan dengan produk kesehatan Antangin di Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. Foto TEMPO/Aditya Budiman

    Presiden Persebaya Surabaya Azrul Ananda (kedua dari kiri) saat melanjutkan kerja sama pendanaan dengan produk kesehatan Antangin di Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. Foto TEMPO/Aditya Budiman

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih sementara (caretaker) Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro, meminta manajemen mendatangkan pelatih baru. Posisi kepala pelatih mendesak diisi agar tim berjulukan Green Force ini bisa segara melakukan evaluasi tim. "Mudah-mudahan manajemen secepatnya mendatangkan pelatih baru," kata Bejo, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Menurut Bejo, kehadiran pelatih utama amat dinantikan sebab sebagai pelatih sementara ia tak bisa melakukan evaluasi. Ia mengatakan pelatih baru bisa langsung memutuskan siapa saja pemain yang harus dievalusi.

    Persebaya menelan kekalahan telak dari Arema FC. Tim berjuluk Bajul Ijo itu kalah 0-4 dari Arema. Dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis, 15 Agustus 2019.

    Lebih lanjut, Bejo menyatakan, evaluasi mendesak dilakukan oleh tim pelatih. Sebab hasil evaluasi akan jadi masukan bagi manajemen untuk mempertahankan atau melepas pemain di putaran kedua Liga 1 2019.

    Setidaknya ada tiga pemain yang tak banyak memberikan kontribusi terhadap tim. Di antaranya Imam Arief (kiper), M. Alwi Slamat, dan Elisa Basna. Ketiganya di datangkan mantan pelatih Djadjang Nurdjaman di awal musim ini.

    Sementara itu di sektor pemain asing, meski sering diberikan kesempatan bermain, Damian Lizio, Amido Balde, dan Manu Jalilov hingga pekan ke-14 Liga 1 belum mampu menunjukkan penampilan yang menjanjikan.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.