Gabung PSIM Yogyakarta, Sutanto Tan: Coach Aji Yang Minta

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Striker Bali United, Sutanto Tan, dan atlet panahan Dellie Threesyadinda. (instagram/@sutantoo)

    Striker Bali United, Sutanto Tan, dan atlet panahan Dellie Threesyadinda. (instagram/@sutantoo)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Penyerang klub Liga 1 Bali United, Sutanto Tan, tak keberatan harus bermain di PSIM Yogyakarta untuk menyongsong putaran kedua Liga 2 2019 mendatang.

    Sutanto Tan pun ikut diperkenalkan resmi manajemen PSIM bersama enam pemain baru lain Laskar Mataram di Wisma PSIM Yogyakarta yang dihadiri petinggi klub serta pelatih PSIM Aji Santoso Minggu 18 Agustus 2019.

    Sutanto sendiri tak masalah bermain di klub yang musim ini disebut sebut sebagai the dream team Liga 2 itu. "Coach Aji yang langsung menghubungi saya. Saya melihat coach dan manajemen PSIM sangat serius mencapai target Liga 1," kata Sutanto menjelaskan alasannya bergabung dengan PSIM di sela perkenalan pemain baru.

    Pada awal Januari 2019, Bali United sempat melepas Sutanto untuk menjalani trial bersama klub asal Swedia, yakni Dalkurd FF sebelum bergabung ke Bali United kembali.

    Sutanto berharap bergabungnya dirinya dengan PSIM bisa berdampak positif dan mencapai target yang diinginkan.

    "Saya optimis, PSIM dapat masuk Liga 1 musim depan apalagi sudah bergabungnya teman teman (Liga 1) di sini sekarang," ujar Sutanto.

    Pelatih PSIM Aji Santoso menuturkan ia merekomendasikan nama Sutanto masuk skuad anyar Laskar Mataram karena sudah mengetahui benar kualitasnya.

    "Sudah kawakan lah kalau Sutanto main bola. Dia juga pertama kali bergabung tim nasional sama saya," ujar Aji.

    Masuknya Sutanto Tan, ujar Aji, bisa memudahkannya meracik tim saat berlaga nanti di putaran kedua Liga 2. Sutanto bisa dimainkan sebagai gelandang bertahan namun juga gelandang serang.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.