Minggu, 15 September 2019

Dibantai Tira Persikabo Pelatih PSS Sleman: Gol Cepat Bikin Drop

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tira Persikabo melawan PSS Sleman pada pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, 19 Agustus 2019. Foto: Media Ofisial Tira Persikabo

    Tira Persikabo melawan PSS Sleman pada pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin, 19 Agustus 2019. Foto: Media Ofisial Tira Persikabo

    TEMPO.CO,Yogyakarta - PSS Sleman gagal mencuri poin dalam lawatannya menantang Tira Persikabo pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Pakansari Bogor Senin 19 Agustus 2019. Pada laga yang tak diperkuat tiga pilar asing andalannya itu, PSS takluk di tangan Persikabo dengan skor telak 3-1.

    Tiga gol Tira Persikabo dicetak oleh Ciro Alves pada menit ketiga, Hurshed Beknazarov (11), dan Osas Ikpefua (59). Sedangkan gol semata wayang PSS Sleman dicetak Kushedya Yudo (23).

    Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro menuturkan pihaknya mengakui kemenangan anak asuh Rahmad Darmawan itu dengan legowo. "Coach Rahmad memberi banyak ilmu buat saya dalam laga yang berjalan menarik ini," ujar Seto dalam keterangan yang diterima usai laga.

    Seto menuturkan pemainnya sebenarnya membuka laga itu dengan penuh semangat. Namun baru tiga menit laga berjalan, pemain belakang PSS menyentuh bola di dalam kotak penalti. Penyerang Persikabo asal Brasil Ciro Alves pun sukses mengeksekusi hadiah penalti itu dan membawa Persikabo unggul 1-0.

    "Ya itu, di awal gol cepat yang bikin mental pemain drop. Kami coba bangkit, apa yang saya inginkan dari formasi awal sebenarnya bisa berjalan, kami terus coba memperkecil kekalahan," ujarnya.

    Sayangnya, saat baru coba bangkit, di menit 11 Tira Persikabo kembali menambah angka lewat Khurshed Beknazarov hingga skor 2-0.

    PSS baru mampu memperpendek ketertinggalan di menit 23 lewat gol Kushedya Yudo hingga skor menjadi 2-1.

    Seto menuturkan di babak kedua ia sebenarnya menginginkan pemain lebih main efektif dan efisien. Namun lagi lagi Tira berhasil memperlebar selisih lewat gol Osas Saha menit 59.

    "Gol dari Tira itu bola bola mati, ini pekerjaan rumah kami karena di beberapa laga sebelumnya kami jug kerap kebobolan bola mati," ujarnya.

    Pemain PSS Dave Mustaine mengakui kekalahan Laskar Sembada pada laga itu memang sebagian besar karena kurang antisipasi bola mati.

    "Bola mati jadi kelebihan lawan, dan itu membuat mereka cetak tiga gol, kami kecolongan di situ," ujarnya.

    Pelatih PSS, Seto tak menampik jika absennya tiga pilar asing PSS akibat akumulasi kartu dari laga kontra Persela Lamongan lalu berpengaruh juga pada performa timnya. Mereka yang absen adalah Alfonzo de La Cruz, Brian Fereira, dan Guileherme Felipe De Castro.

    Absennya tiga pemain itu membuat Seto harus banyak otak atik formasi dengan pemain yang tersedia.

    Namun Seto menganggap perfoma pemain lokalnya dalam laga itu sudah cukup memuaskan.

    "Pengaruh (tanpa pilar asing) ada, tapi hari ini pemain lokal main impresif, mereka terus main dari kaki ke kaki, bagus," ujarnya.

    "Saya pikir pemain lokal juga menunjukkan mereka mampu. Ya mungkin sedikit ada beberapa masalah yang harus diperbaiki," Seto menambahkan.

    Dalam laga itu, satu-satunya pemain asing PSS Yevhen Bokhashvili juga dicadangkan di Seto di babak awal. Sebab, ujar Seto, kondisinya sebenarnya masih cedera. Seto pun memilih memberi kesempatan bagi para pemain lokal yang punya kecepatan. "Kalau (mencadangkan Yevhen) dibilang strategi atau enggak, ya sebenarnya karena kami memang tak ada pilihan juga," ujar pelatih PSS Sleman ini.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.