Calon Ketua Umum PSSI: Iwan Bule Kritik Kebijakan Naturalisasi

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Mochamad Iriawan. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Mochamad Iriawan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta- Calon Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyebutkan telah melakukan kajian khusus mengenai kebijakan pengurus federasi sepakbola Indonesia yang melakukan naturalisasi pemain untuk tim nasional. Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini mengatakan bahwa kebijakan itu tidak maksimal karena pemain yang dinaturalisasi berusia di atas 30 tahun.

    "Setelah saya kaji memang umur tua-tua, di sana sudah fakir di bawah ke kita," ujar Iwan Bule dalam diskusi persebakbolaan Indonesia di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.

    Anggota polisi dengan pangkat Komisaris Jenderal ini mempertanyakan alasan pengurus PSSI melakukan naturalisasi pemain yang secara usia sudah uzur.

    "Saya tidak janji apakah itu akan dikurangi atau dihapuskan yang jelas tidak akan ditambah," ungkap dia menyampaikan komitmen jika terpilih memimpin federasi yang mengurus olahraga paling populer di Indonesia. 

    Iwan Bule ingin ke depannya fokus mengembangkan pemain Indonesia yang berbakat dengan pembinaan yang maksimal. Mantan Kapolda Metro Jaya itu kembali mempertanyakan dampak naturalisasi pemain bagi prestasi sepakbola Indonesia. "Saya tanya, ada kemajuan timnas karena pemain naturalisasi. ada yang bisa jawab. ada nggak? kalau saya sudah ada jawabannya. baik itu menjadi catatan saya."

    Kalau menjadi Ketua PSSI, Iwan Bule bakal mencari solusi untuk pemain yang telah dinaturalisasi.  "Kalau mau ditambah tidak mungkin. kalau dikurangi, Insyaallah, ada pemain nasional kita yang sudah pulang latihan dari luar negeri," ucap dia yang memfokuskan ke pemain dalam negeri.

    Saat ini, dua pemain naturalisasi dipanggil timnas Indonesia. Mereka yakni bek Persebaya kelahiran Brasil, Otavio Dutra dan Osas Marvelous atau Osas Saha, penyerang PS Tira-Persikabo yang kelahiran Nigeria.

    IRSYAN  HASYIM

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.