Liga 1: Lepas 4 Pemain, PSS Sleman Mulai Buru Pemain Baru

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro. (liga-indonesia.id)

    Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro telah memastikan jika skuad Elang Jawa akan berbeda materinya pada putaran kedua Liga 1 2019 nanti. Seto sejak jauh hari mengatakan jika komposisi pemain lokal sebagian akan diganti dengan wajah wajah baru, meski hingga kini belum ada tanda tanda siapa merapat.

    Namun, setidaknya untuk evaluasi sudah dilaksanakan jajaran tim pelatih dan manajemen. Tak tanggung tanggung, empat pemain PSS di putaran pertama Liga 1 sudah dilepas ke klub lain.

    Pertama dimulai dari M Irsan Lestaluhu yang merapat ke Persiba Balikpapan. Disusul bek PSS Sleman Junius Bate yang berlabuh ke PSIM Yogyakarta. Akhir pekan ini dua pemain juga kembali dilepas PSS Sleman yakni gelandang bertahan Nerius Alom dan kiper Dhika Bhayangkara.

    Dari siaran pers yang ditandatangani CEO PT PSS Viola Kurniawati itu, menyebut jika kontrak untuk Alom diakhiri lebih awal dan membebaskan pemain kelahiran Beoga, Papua 24 tahun silam itu mencari klub baru. Viola mengatakan jika pelepasan Alom dan Dhika telah sesuai dengan diskusi bersama tim pelatih.

    "Memang ada beberapa pemain yang dilepas. Kami akan mencari pemain pengganti," ujar Viola dalam keterangannya Sabtu, 24 Agustus 2019. "Terima kasih untuk para pemain yang sudah memberikan kontribusi untuk PSS Sleman dan semoga sukses," Viola melanjutkan.

    Nerius Alom sendiri pasca lepas dari PSS Sleman akan bergabung dengan klub Liga 2 2019, Sriwijaya FC. Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin pada Sabtu (24/8) melalui akun instragram pribadinya ikut mengunggah surat pengakhiran kontrak Alom yang dibuat PSS Sleman, sehingga pemain itu bisa segera bergabung ke Laskar Wong Kito.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.