Persib Bandung Tampil Beda, PSS Sleman: Soroti Pemain Baru

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro. (liga-indonesia.id)

    Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, JakartaPersib Bandung akan menghadapi PSS Sleman pada pekan ke-17 Liga 1 Indonesia. Laga dijadwalkan berjalan pada Jumat, 30 September 2019 di Stadion Si Jalak Harupat.

    PSS Sleman tampil mengejutkan di awal musim Liga 1. Tim promosi yang diasuh pelatih Seto Nurdiyantoro ini bisa bersaing bersama klub-klub papan atas, seperti Arema FC dan Madura United. PSS kini menempati peringkat ke-5 klasemen dengan 24 poin.

    Kiprah tim berjuluk Elang Jawa di Liga 1 akan diuji kembali saat bertandang ke markas Persib Bandung. Dibanding musim lalu, Maung Bandung saat ini masih bekerja keras menemukan pola permainan yang pas bersama pelatih Robert Alberts. Peringkatnya di klasemen pun berada di papan tengah, yakni posisi ke-12.

    Pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro, tak mau lengah dengan posisi Persib di klasemen. Ia justru menaruh perhatian kepada tiga pemain anyar yang didatangkan Alberts.

    Seto mengatakan kedatangan pemain baru secara tidak langsung akan ikut mengubah gaya permainan Persib. Hal itu yang kini menjadi perhatian pelatih berusia 45 tahun itu. "Cara bermainnya belum tahu pasti. Kami akan lihat nanti jalannya pertandingan," kata dia mengutip situs resmi PSS Sleman, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Persib berpeluang memainkan pemain barunya di laga besok. Mereka adalah Kevin van Kippersluis, Nick Kuipers, dan Omid Nazari.

    Meski demikian, Seto juga akan mengamati pergerakan striker utama Persib Bandung, yakni Ezechiel N'Douassel. "Ezechiel juga sudah bisa bermain. Artinya dia sebagai target man, itu yang juga harus kami antisipasi," kata dia.

    PSS SLEMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?