Jaga Gengsi, Timnas Indonesia Menolak Kalah Dari Malaysia

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Tim Nasional Sepakbola Indonesia, Simon McMenemy di Stadin Gelora Bung Karno, Sabtu, 31 Agustus 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Pelatih Tim Nasional Sepakbola Indonesia, Simon McMenemy di Stadin Gelora Bung Karno, Sabtu, 31 Agustus 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, mengatakan ada motivasi yang tinggi di internal tim jelang menghadapi Malaysia di pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Juru taktik asal Skotlandia ini menilai motivasi yang terbangun saat ini jarang diperlihatkan para pemain ketika menghadapi negara lain.

    "Kalau saya lihat, tidak terlalu penting mengalahkan tim lain, tapi di mental para pemain saat ini mengalahkan Malaysia menjadi sangat penting," ujar McMenemy di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu, 31 Agustus 2019.

    Mantan pelatih Bhayangkara FC ini akan mencoba mengoptimalkan motivasi pemain yang tinggi saat ini untuk meraih tiga poin. "Target jangka pendek kami mengalahkan Malaysia," ungkap dia.

    Di sisi lain, McMenemy meminta para pemain tetap menjaga sikap yang baik. Ia mengatakan Andik Vermansyah dan kawan-kawan harus sportif. "Kalau suka tackling dan dapat kartu merah kemudian mengejar wasit, saya tidak akan toleransi hal seperti itu," kata dia.

    Gelandang Timnas Indonesia, Andik Vermansyah, membenarkan bila ada motivasi lebih di tim Garuda. Pemain Madura United itu rupanya ingin membalas kekalahan Timnas U-18 Indonesia yang kalah dari Malaysia di semifinal Piala AFF U-18 kemarin. "Ini pertandingan sangat penting sekali. Adik-adik kami kan kalah jadi ingin membalas di sini," ujar dia. 

    Pada semifinal Piala AFF U-18 di Go Dau Stadium, Vietnam, Bagus Kahfi dan rekan-rekan menuai kekalahan dengan skor 3-4 dari Timnas Malaysia U-18. Kekalahan ini yang membuat Timnas Indonesia gagal mencapai final dan harus puas finis di urutan ketiga.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.