Persija Vs Badak Lampung, Jakmania Protes Lewat Spanduk Raksasa

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk raksasa dipasang The Jakmania di laga Persija vs Badak Lampung FC di Stadion Patriot Bekasi, Ahad, 1 September 2019. Aksi itu sebagai bentuk protes atas prestasi Persija Jakarta. Tempo/Adi Warsono

    Spanduk raksasa dipasang The Jakmania di laga Persija vs Badak Lampung FC di Stadion Patriot Bekasi, Ahad, 1 September 2019. Aksi itu sebagai bentuk protes atas prestasi Persija Jakarta. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi - Pendukung Persija Jakarta, The Jakmania, memasang spanduk raksasa memprotes manajemen klub dalam pertandingan melawan Perseru Badak Lampung di Stadion Patrior, Ahad, 1 September 2019.

    Protes itu dilakukan karena kecewa dengan prestasi Macan Kemayoran di Liga 1 musim ini yang buruk. Sebagai juara bertahan, Persija bahkan masih tertahan di papan bawah klasemen sementara.

    Berdasrkan pengamatan Tempo, spanduk dipasang memanjang penuh di pagar tribun utara dan selatan. Dua spanduk raksasa itu pun menjadi perhatian penonton di tribun.

    Spanduk di sisi utara bertuliskan "Ferry Paulose Out". Pada tulisan Ferry Paul dibuat cetakan warna hitam, lalu pada bagian Lose Out dibuat merah. Pada cetakan merah ini jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya "Kalah Keluar".

    Sedangkan, pada spanduk di tribun selatan tertulis "FP = Managemen Bobrok. FP tampaknya akronim dari Ferry Paulus, yang merupakan CEO Persija.

    Spanduk raksasa dipasang The Jakmania di laga Persija vs Badak Lampung FC di Stadion Patriot Bekasi, Ahad, 1 September 2019. Aksi itu sebagai bentuk protes atas prestasi Persija Jakarta. Tempo/Adi Warsono

    The Jakmania asal Rawalumbu, Kota Bekasi, Nuryahya mengatakan, kekecewaan suporter tak lepas dari prestasi Persija Jakarta. Sebab, sampai 13 kali bertanding hanya mengumpulkan 14 poin, sehingga tercecer di peringkat ke-15.

    "Kalau hari ini kalah, Persija bakal masuk ke zona degradasi," ujar Yahya di Stadion Patriot di sela menyaksikan laga melawan Badak Lampung FC, Sabtu, 1 September 2019.

    Menurut dia, tak semestinya klub besar sekelas Persija berada di papan bawah. Sebabnya, Persija merupakan tim juara bertahan di Liga 1.

    Kekecawaan lain gagalnya Persija meraih juara Piala Indonesia. Di partai final, Ismed Sofyan dan kawan-kawan kalah dari PSM Makassar dengan skor agregate 2-1. "Kami ingin manajemen berbenah," ucap Yahya.

    Sementara di paruh waktu pertandingan kali ini, Persija tertinggal 0-1 dari Badak Lampung FC. Gol tim tamu dicetak oleh Marquinhos Carioca di menit ke-12 melalui tendangan keras dari luar kotak pinalti.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.