Resmi, Indonesia Maju di Bidding Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PSSI. (pssi.org)

    Logo PSSI. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia resmi maju dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021. Melalui federasi sepak bola Indonesia atau PSSI ada 10 stadion yang disiapkan.

    Sepuluh stadion yang ditawarkan PSSI ada dalam tayang video yang diunggah ke Youtube. Stadion itu tersebar di 10 kota. Mereka adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta (kapasitas 73.908 tempat duduk), Pakansari Bogor (30.000), Manahan Solo (18.806).

    Lalu Stadion I Wayan Dipta Bali (20.220), Gelora Bung Tomo Surabaya (50.000), Gelora Sriwijaya Palembang (23.000). Berikutnya Stadion Mandala Krida Yogyakarta (34.900), Wibawa Mukti Cikarang (30.000), Patriot Candrabhaga Bekasi (30.000), dan Si Jalak Harupat Bandung (27.000).

    Indonesia akan menjadi satu-satunya wakil dari Asia Tenggara yang maju dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia U-20. Sebelumnya, Myanmar dan Thailand ikut bersaing menjadi tuan rumah bersama namun memilih mengundurkan diri.

    Di proses undian (bidding), Indonesia akan bersaing dengan tiga kontestan lainnya. Mereka adalah Peru, Brasil, dan tuan rumah bersama, yakni Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab.

    Proses bidding penentuan tuan rumah Piala Dunia U-20 2021 berjalan dalam empat tahap. Pertama, pada 24 Mei lalu FIFA mengirim dokumen penawaran kepada federasi sepak bola yang tertarik menjadi tuan rumah. Lalu pada 21 Juni merupakan batas waktu bagi federasi untuk mengonfirmasi kembali ihwal ketertarikannya.

    Berikutnya, paling lambat pada 30 Agustus 2019 FIFA akan meminta negara yang tertarik untuk mengajukan tawaran definitif, termasuk semua dokumen penawaran yang ditandatangani. Pada kuartal empat 2019 FIFA akan memutuskan federasi yang layak menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

    PSSI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.