Bursa Transfer: Dua Alasan Neymar Gagal ke Barcelona

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neymar. Reuters

    Neymar. Reuters

    TEMPO.CO, JakartaBarcelona akhirnya tidak bisa memulangkan Neymar Jr ke Camp Nou di musim ini. Bintang Brasil itu setidaknya bertahan di Paris Saint-Germain (PSG) hingga bursa transfer kedua pada Januari 2020.

    Situs The Sun melaporkan ada satu faktor utama yang membuat kepindahan Neymar begitu sulit dilakukan, yakni tingginya harga yang diminta juara Liga 1 Prancis itu. Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi disebut-sebut meminta bayaran sebesar 300 juta euro atau senilai 273 juta poundsterling kepada Barcelona.

    Barcelona bukan tak punya solusi. Tim Catalan itu menawarkan opsi berupa uang tunai ditambah dengan tiga pemain. Juara Liga Spanyol itu menawarkan harga sebesar 236 juta pound. Rinciannya ialah berupa uang tunai senilai 182 juta pound dan tambahan tiga pemain, yakni Ivan Rakitic, Jean-Clair Todibo, dan Ousmane Dembele dengan status pinjaman selama semusim.

    Tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh PSG. Walhasil, Neymar pun harus rela bertahan setidaknya selama setengah musim. Di sisi lain, PSG dinilai tahu bila Barcelona tak punya cukup dana untuk mendapatkan Neymar dengan biaya sebesar itu.

    Faktor lainnya yang membuat Barcelona kesulitan mendapatkan Neymar ialah kebijakan financial fair play. Setelah berhasil mendatangkan Antoine Griezmann dan Frenkie de Jong, manajemen klub khawatir bila transfer Neymar akan melanggar ketentuan financial fair play.

    Dengan demikian, Neymar dipastikan tetap berseragam PSG. Namun ia diperkirakan baru bisa bermain usai jeda internasional. Saat ini pemain berusia 27 tahun itu tengah melakukan perjalanan ke Miami untuk bergabung bersama Timnas Brasil yang akan melawan Kolombia dan Peru.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?