Minggu, 15 September 2019

Berita 3 Wanita di Pentas Sepak Bola: Annisa, Viola, Esti Puji

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Esti Puji Lestari, presiden Persijap. Instagram/@estilestari1

    Esti Puji Lestari, presiden Persijap. Instagram/@estilestari1

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada tiga wanita yang berkecimpung di arena sepak bola nasional membuat cerita pada pekan ini, yakni Annisa Zhafarina Qosasi, Viola Kurniawati, dan Esti Puji Lestari.

    Nama ketiganya menjadi pemberitaan karena aktivitasnya di klub sepak bola tanah air. Annisa terkait dengan kegiatannya menimba ilmu manajemen sepak bola, Viola soal keputusannya untuk mundur dari klub yang dipimpinnya, sedangkan Esti Puji Lestari mengabarkan perkembangan klubnya.

    Berikut rincian cerita ketiganya

    1. Annisa Zhafarina Qosasi
    (Chief Operating Officer atau COO Madura United)

    Annisa Zhafarina Qosasi tengah mengikuti kursus manajemen bertajuk certifacate in football management. Dia sudah berada di Kota Nyon, Swiss sejak Kamis, 29 Agustus 2019.

    Selama di sana, putri Presiden Madura United Achsanul Qosasi ini menceritakan, mendapat ilmu mengelola sepak bola di Eropa. Serta, menggali kesuksesan benua tersebut dalam bidang olahraga ini.

    Annisa Zhafarina Qosasi. (instagram/@annisazhafarina)

    Belum sepekan belajar di Benua Biru, Nisa sudah mulai paham tentang kelemahan pengelolaan klub sepak bola di Indonesia. Materi ini memang jadi bahasan dalam kursus.

    “Materinya itu, kebanyakan tentang sepakbola Eropa dan seberapa ketinggalannya sepak bola Indonesia dibandingkan mereka, ya mendiskusikan juga penyebabnya dan dampak dari tertinggalnya itu,” tutur Nisa seperti dikutip laman Madura United.

    Perempuan berusia 24 tahun itu juga mendapat materi soal industri sepak bola. “Sola industri sepak bola juga dan ini yang juga beberapa klub di Indonesia termasuk Madura United juga upayakan, ini bisa dikembangakn soalnya seluas-luasanya,” ia menambahkan.

    Setelah ini, kursus itu bakal berlanjut secara online. Meski belajar jarak jauh, dia sudah mendapatkan sahboards atau pendidikan resmi untuk didalami. Nisa juga bakal membuat laporan dengan 4500 kata yang harus dikumpulkan bulan November.

    Selain materi, Nisa mengaku, dapat melebarkan koneksinya di lintas negara. Sebab, yang belajar dan pematerinya adalah pelaku sepak bola di Internasional dan dari negara masing-masing.

    “Di sana bukan hanya belajar, saya juga bisa mengembangkan koneksi saya dan pertemanan yang banyak. Yang hadir orang-orang sepakbola soalnya, mulai dari peserta dan yang memberi materi,” katanya.

    Sebelumnya, Nissa dipastikan lulus seleksi untuk menimba ilmu di UEFA. Seusai belajar di Swiss, COO Madura United kan melanjutkan menimba ilmunya via online selama lima bulan. Baru, dia akan melanjutkan belajar ke London.

    Selanjutnya: Esti Puji Lestari dan Viola Kurniawati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.