Indonesia Vs Malaysia: Doa Andik Vermansyah untuk Laga di GBK

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Indonesia, Alberto Goncalves melakukan selebrasi bersama rekannya Andik Vermansyah dan Irfan Bachdim usai mencetak gol ke gawang Vanuatu pada pertandingan persahabatan Internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 15 Jumat 2019. Indonesia berhasil mengalahkan Vanuatu 6-0. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Penyerang Indonesia, Alberto Goncalves melakukan selebrasi bersama rekannya Andik Vermansyah dan Irfan Bachdim usai mencetak gol ke gawang Vanuatu pada pertandingan persahabatan Internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu, 15 Jumat 2019. Indonesia berhasil mengalahkan Vanuatu 6-0. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Indonesia Vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pukul 19.30 WIB malam ini, Kamis 5 September 2019, punya nilai sejarah.

    Terakhir kali tim Garuda bertemu Harimau Malaya untuk tingkat senior terjadi di Stadion Manahan Solo pada 6 September 2016 dan pada pertandingan persahabatan itu, Indonesia menang 3-0.

    Khusus di GBK, pertandingan tingkat senior terakhir terjadi pada final Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) 2010. Saat itu Cristian Gonzales dan kawan-kawan menang 2-1, namun gagal menjadi juara karena pada pertandingan  pertama di Malaysia, Cristian cs kalah 0-3.

    Stadion Utama Gelora Bung Karno yang dibangun pada 1960 itu telah direnovasi dengan lebih modern. Salah satu yang mencolok adalah kapasitas penonton. Dulunya bisa menembus angka 100 ribu kini menyusut cukup banyak, yaitu sekitar 76 ribu. Pasalnya, saat ini sudah menggunakan sistem kursi tunggal dengan corak warna merah putih.

    Begitu juga dengan wajah GBK. Meski tidak ada perubahan yang mencolok, namun tetap menunjukkan semangat muda. Semangat itu menjalar saat Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 dan GBK menjadi lokasi pembukaan dan penutupan.

    Pada Asian Games 2018, Indonesia sukses merebut 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu atau menjadi negara dari Asia Tenggara yang masuk jajaran 10 besar.

    Semangat dan prestasi ini diharapkan menjadi tuah dan ditiru oleh timnas Indonesia yang bakal menjalani pertandingan melawan Malaysia.

    Andik Vermansah, pemain Indonesia yang kenyang pengalaman bermain di Liga Malaysia. sudah menuliskan niat pada laman media sosialnya, "Bismi-llahi ar-rahmani ar-rahimi" #kitagaruda.”

    Tulisan pemain Madura United itu langsung dikomentari pendukungnya , termasuk pemain Persebaya yang saat ini menyelesaikan proses naturalisasinya, Otavio Dutra. Selain itu juga ada mantan pemain tim nasional Syamsir Alam dan  pemain PSM Makassar Marc Klok.

    Menjelang laga Indonesia Vs Malaysia, tuan rumah masih unggul dalam rekor pertemuan mereka.

    Indonesia Vs Malaysia 1-0 (Piala Tiger 27 Desember 2002)

    Malaysia Vs Indonesia 1-1 (Persahahatan 26 Agustus 2003)

    Malaysia Vs Indonesia 0-0 (Persahabatan 17 Maret 2004)

    Indonesia Vs Malaysia 1-2 (Piala Tiger 28 Desember 2004)

    Indonesia Vs Malaysia 4-1 (Piala Tiger 3 Januari 2005)

    Malaysia Vs Indonesia 1-1 (Merdeka Games 23 Agustus 2006)

    Indonesia Vs Malaysia 1-1 (Persahabatan 6 Juni 2008)

    Indonesia Vs Malaysia 5-1 (Piala AFF 1 Desember 2010)

    Malaysia Vs Indonesia 3-0 (Piala AFF 26 Agustus 2010)

    Indonesia Vs Malaysia 2-1 (Piala AFF 29 Desember 2010)

    Malaysia Vs Indonesia 2-0 (Piala AFF 1 Desember 2012)

    Indonesia Vs Malaysia 2-0 (Persahabatan 14 September 2014)

    Indonesia Vs Malaysia 3-0 (Persahabatan 6 September 2016)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.