Minggu, 15 September 2019

Dikenalkan Sebagai Pelatih Gimnasia, Maradona Teteskan Air Mata

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diego Maradona saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Gimnasia y Esgrima, 8 September 2019. REUTERS/Agustin Marcarian

    Diego Maradona saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Gimnasia y Esgrima, 8 September 2019. REUTERS/Agustin Marcarian

    TEMPO.CO, Jakarta - Emosi yang campur aduk diperlihatkan Diego Maradona saat dikenalkan sebagai pelatih baru Gimnasia y Esgrima di Stadion, Juan Carmelo Zerillo, La Plata, Argentina, 8 September 2019. Legenda sepak bola berusia 58 tahun itu menangis, tertawa, juga menyanyi dan berjoget.

    Maradona ditunjuk menjadi pelatih pada pekan lalu. Ia dikontrak selama semusim dan diharapkan mengangkat performa klub yang musim lalu hanya finis di posisi ke-18 daru 26 tim di Liga Argentina. Musim ini klub itu pun masih terpuruk, hanya meraih satu poin dari lima laga, sehingga berada di dasar klasemen.

    Perkenalan Maradona dilakukan secara besar-besaran. Stadion terisi penuh, layaknya akan ada pertandingan besar. Poster yang menyanjung-puji legenda sepak bola itu bertebaran. Bahkan sebuah balon raksasa --setinggi 10 meter-- menyerupai patung separuh badan Maradona terlihat di pinggir lapangan.

    "Ole ole ole, Diego, Diego," suporter langsung meneriakkan namanya ketika ia memasuki lapangan. Mereka kemudian menyanyikan lagu penyemangat yang kerap diasosiasikan dengan peristiwa "Gol Tangan Tuhan" yang dibuat Maradona ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986.

    Lirik "El que no salta es un inglés" atau "Jika kamu tak melompat maka kami adalah orang Inggris" membahana di seantero stadion. Suporter menyanyikannya sambil melompat-lompat.

    Diego Maradona dikenalkan sebagai pelatih Gimnasia y Esgrima. REUTERS/Agustin Marcarian

    Maradona saat itu tampak menitikkan air mata karena terharu. Tapi ia juga kemudian ikut berjoget mengikuti irama nyanyian suporter itu.

    Ketika tiba giliran berbicara pada suporter, Maradona tampak emosional. "Saya tak akan absen dalam satu latihan pun. Para pemain akan datang untuk berlatih dan mereka yang tidak, tidak akan bermain. Mereka yang tak berlari, tak akan bermain," kata dia.

    Setelah itu, ia larut dalam suasana. Ia menyapa suporter di tiap bagian stadion. Ia juga bernyanyi dan tertawa bersama mereka. 

    Ini untuk pertama kalinya Maradona kembali ke Argentina sebagai pelatih, setelah sebelumnya sempat menangani Timnas Argentina pada 2008 hingga 2010. Ia juga sempat menjadi pelatih klub negara itu, Mandiyu dan Racing, pada 1990.

    Maradona, bersama Pele, disebut-sebut sebagai salah satu legenda terhebat sepak bola dunia. Bersama Timnas Argentina ia merebut gelar Piala Dunia 1986. Di level klub ia juga sukses bersama Napoli dan Barcelona, juga Boca Juniors.

    Namun sebagai pelatih, prestasinya tak terlalu kinclong. Belum ada satu pun gelar juara yang diraihnya. Selain di Mandiyu dan Racing, Maradona juga pernah melatih klub Al Wasl dan Fujairah (Uni Emirat Arab). Juni lalu ia mundur dari Dorados (Meksiko) setelah hanya 8 bulan bertugas.

    REUTERS | THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.