Minggu, 15 September 2019

Preview Timnas U-19 Vs Iran: Kata Fakhri dan Pelatih Lawan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper timnas U-19 Indonesia, Ricky Muhammad Sudirman (kedua kanan) berusaha menepis bola pada pertandingan persahabatan melawan timnas U-19 Iran di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu, 7 September 2019. Tidak ada pemain-pemain andalan layaknya si kembar Amiruddin Bagus, Amiruddin Bagas, Sutan Zico dan David Maulana. ANTARA/Nova Wahyudi

    Kiper timnas U-19 Indonesia, Ricky Muhammad Sudirman (kedua kanan) berusaha menepis bola pada pertandingan persahabatan melawan timnas U-19 Iran di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu, 7 September 2019. Tidak ada pemain-pemain andalan layaknya si kembar Amiruddin Bagus, Amiruddin Bagas, Sutan Zico dan David Maulana. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, JakartaTimnas U-19 Indonesia akan melawan Iran dalam laga uji coba di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu sore, 11 September 2019. Garuda Muda akan berusaha membalas setelah dalam uji coba pertama di Jakarta takluk 2-4.

    Pelatih Timnas U-19 Fakhri Husaini menyatakan timnya siap tampil lebih baik setelah belajar dari kekalahan di laga pertama. "Kami memang kalah, tapi kita belajar banyak, dan mendapatkan pengalaman berharga untuk kita jadikan bahan evaluasi. Kita perbaiki laga sebelumnya dan anak-anak siap hadapi laga besok,” kata Fakhri, seperti dikutip laman PSSI.

    Ia menegaskan akan melakukan rotasi dan memberi kesempatan bermain pada pemain. “Kami tetap akan melakukan rotasi. Ada sekitar delapan pemain yang belum mendapatkan kesempatan main. Besok kita akan mainkan mereka,” kata dia.

    Fakhri menilai timnya harus mengatasi beberapa kelemahan, termasuk antisipasi bola mati lawan. “Kita juga akan antisipasi beberapa kesalahan. Terutama ketika bola mati. Kita asah terus lini pertahanan kami. Tapi yang terpenting pemain harus lebih berani lagi ketika duel dengan lawan,” kata dia.

    Sementara itu, Iran yang juga tampil dengan tim U-19 mengantisipasi kejutan dari permainan dari Indonesia. “Laga pertama kami bermain bagus. Ada enam gol tercipta dan ini menarik untuk sebuah pertandingan. Laga kemarin juga bagus untuk kedua tim untuk mendapatkan pengalaman sebagai bahan pelajaran,” kata Seyed Akbar Pour Mousavi, pelatih Iran.

    Seyed juga mengatakan timnya telah memperbaiki kesalahan pada laga pertama lewat latihan timnya. “Pada laga kemarin, kita memang melakukan beberapa kesalahan tapi kita coba langsung perbaiki di sesi latihan selanjutnya dan siap hadapi laga kedua,” kata dia.

    Dari sisi stamina, Iran mengatakan cukup lelah dengan perjalanan dari tempatnya menuju Indonesia (Jakarta dan Yogyakarta). Untuk itu, Seyed langsung melakukan latihan pemulihan stamina untuk para pemainnya.

    “Kita memang mendapatkan perjalanan yang cukup melelahkan. Setelah berjam-jam Teheran ke Jakarta, lalu ke Yogyakarta. Tapi kita langsung melakukan stretching serta melakukan sesi recovery training di kolam renang. Kita ingin segera memperbaiki kesalahan di laga sebelumnya, karena Indonesia secara mengejutkan bermain sangat baik. Semoga ada perbaikan di laga selanjutnya,” kata dia.

    Selain untuk bertanding, Iran juga akan memanfaatkan kedatangannya di Indonesia untuk menikmati kota Yogyakarta. Namun dengan sedikitnya waktu, sepertinya mereka tidak bisa melakukan hal itu. “Saya dengar Yogyakarta kota wisata. Tapi kita tak memiliki waktu untuk libur. Kami kesini datang untuk serius, meskipun pertandingannya uji coba,” katanya.

    Bagi Timnas U-19 Indonesia dua uji coba ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi kualifikasi Piala Asia U19, yang akan berlangsung November mendatang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.