Dua Wajah Timnas Inggris: Menakutkan Juga Mengkhawatirkan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Inggris, Jadon Sancho . Reuters

    Pemain Timnas Inggris, Jadon Sancho . Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta -  Skor kemenangan 5-3 yang diraih Timnas Inggris saat mengalahkan Kosovo dalam laga kandang babak Kualifikasi Euro 2020, Rabu dinihari tadi, 11 September 2019, mengungkap dua wajah The Three Lions: tajam di depan, mengkhawatirkan di belakang. 

    Dalam pertandingan di St Mary's Stadium itu, Kosovo hanya membutuhkan 35 detik untuk mencetak gol. Mereka memanfaatkan kesalahan bek Michael Keane.

    Inggris mampu merespons dengan lima gol pada babak pertama. Gol dari Raheem Sterling, Harry Kane, dan dua gol Jadon Sancho menjadi bukti ketajaman mereka. Namun, Si Tiga Singa juga dianggap bermain terlalu gugup pada akhir laga setelah kebobolan dua kali di babak kedua.

    Pelatih Gareth Southgate pun menyadari hal itu. "Ini pertandingan aneh. Performa luar biasa dan performa buruk terlihat jelas bagi semua orang," kata dia seperti dilansir Reuters.

    Ia melanjutkan. "Kesalahan individu yang buruk, awal yang buruk. Saya suka cara kami menunjukkan ketenangan untuk bangkit dari kesalahan awal dan memanfaatkan bola sepanjang babak pertama sangat bagus."

    Sotuhgate kemudian menyoroti kesalahan di babak kedua. "Periode kecil setelah turun minum: kesalahan konyol, keputusan buruk, kurangnya cover di lini pertahanan. Kami membuat pertandingan tidak nyaman bagi kami sendiri. Ada kesalahan yang mengkhawatirkan... kesalahan itu sangat dasar ... dan itu harus Anda pelajari."

    Inggris memimpin Grup A kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan 12 poin dan dapat lolos ke putaran final turnamen itu bila menang dalam pertandingan tandang ke Republik Cek pada 11 Oktober.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?