Minggu, 15 September 2019

BJ Habibie, Pembakar Semangat Timnas Indonesia di SEA Games 1999

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BJ Habibie yang kala itu masih menjadi Presiden, diwawancarai di Jakarta, 9 Oktober 1999. Pada 26 April 1976, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan menjadi industri pesawat terbang pertama di Kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Rully Kesuma

    BJ Habibie yang kala itu masih menjadi Presiden, diwawancarai di Jakarta, 9 Oktober 1999. Pada 26 April 1976, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan menjadi industri pesawat terbang pertama di Kawasan Asia Tenggara. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie, yang wafat pada Rabu, 11 September 2019, di Jakarta, menjadi sosok pembakar semangat tim nasional sepak bola di SEA Games 1999 yang berlangsung di Brunei Darussalam.

    Aji Santoso yang menjadi salah satu pemain di skuat timnas tersebut, menyebut bahwa kata-kata bijak dari Habibie merasuk ke sanubari para pemain saat pelepasan tim di Istana Merdeka.

    "Beliau mengatakan kepada kami, 'Kalian adalah pahlawan-pahlawan bangsa. Kumandangkanlah lagu Indonesia Raya di negeri orang. Jaga marwah Bangsa Indonesia dan jaga lambang Garuda kita'," ujar Aji di Jakarta, Rabu.

    Pria yang kini melatih klub Liga 2 Indonesia 2019 PSIM Yogyakarta itu pun mengaku sulit melupakan momen tersebut.

    Habibie, menurut Aji adalah salah satu putra terbaik bangsa. Kepergiannya menghadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan kehilangan besar bagi Indonesia. "Semoga beliau husnul khotimah," kata dia.

    Penilaian senada juga diutarakan rekan Aji di timnas SEA Games 1999, Andrian Mardiansyah.

    Menurut Andrian, dalam pelepasan atlet, Habibie sempat meminta timnas sepak bola Indonesia untuk merebut medali emas. Akan tetapi keinginan itu tidak terwujud setelah Indonesia hanya mendapatkan medali perunggu.

    "Beliau meminta kami untuk menjadi pahlawan olahraga dan sebisa mungkin merebut emas. Akan tetapi, kami hanya mampu mendapatkan perunggu," tutur Andrian.

    Gelandang yang membuat satu gol di SEA Games 1999 tersebut menganggap Habibie merupakan sosok besar, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri khususnya di Jerman.
    "Pak Habibie itu orang pintar, sulit mencari yang seperti dia di Indonesia. Dia sangat dihargai bahkan di Jerman. Pak Habibie bukan orang sembarangan," kata Andrian.

    BJ Habibie meninggal dalam usia 83 tahun pada pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu. Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, ayahnya wafat karena faktor usia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.