Minggu, 15 September 2019

4 Hal Menarik dari Laga Testimoni Vincent Kompany

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laga testimoni untuk mantan pemain Manchester City, Vincent Kompany, berlangsung di Etihad Stadium, Rabu, 11 September 2019. (reuters)

    Laga testimoni untuk mantan pemain Manchester City, Vincent Kompany, berlangsung di Etihad Stadium, Rabu, 11 September 2019. (reuters)

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga testimoni untuk mantan pemain Manchester City, Vincent Kompany, berlangsung di Etihad Stadium, Rabu, 11 September 2019. Dalam lagai tersebut, Manchester City Legends bermain imbang 2-2 dengan Premier League All Stars XI.

    Banyak hal menarik yang terjadi di laga itu. Ini lah beberapa di antaranya:

    • Vincent Kompany justru absen dalam laga testimoni yang disaksikan 51 ribu penonton itu karena cedera. Ia hanya melakukan tendangan bola pertama. Pelatih merangkap pemain Anderlecht itu melihat sisi lucu dari fakta itu, "Bagi saya untuk tidak absen di ini karena cedera ... pasti ironi tersebut yang tak bisa lolos dari siapa pun. Ini sangat khas saya bukan?" Dalam tugasnya selama 11 tahun sebagai kapten ia memang kerap diganggu karena cedera cedera.

    • Malam itu jadi momen yang menyakitkan bagi Gary Neville, yang bermain untuk Premier League All Stars. Mantan pemain Manchester United yang kerap kritis dalam tugasnya sebagai komentator itu melakukan blunder sehingga membuat Martin Petrov bisa mencetak gol. Ia melakukannya pada menit pertama. Ia kerap disoraki penonton sepanjang laga itu dan kemudian keluar sebelum jeda karena cedera.

    • Mario Balotelli tak tampil. Awalnya, Balotelli dijadwalkan bermain untuk berpartner dengan Sergio Aguero. Kompany sudah melihat potensi problem sehari sebelum laga. "Saya pikir dia datang, seharusnya. Tapi dengan Mario semuanya bisa saja menjadi salah." Dan memang benar itu yang terjadi. Balotelli datang, tapi tak berani bermain. Pada saat sama ia harusnya berlatih bersama Brescia, klub barunya yang dikabarkan tak tahu bahwa dia ada di Manchester.

    • Paul Scholes masih menawan. Ia memimpin lini tengah Premier League All Stars. Ia sempat menjatuhkan Samir Nasri. Scholes juga melakukan satu umpan indah memakai tumit. Sayang, umpannya gagal diteruskan Robin van Persie menjadi gol. Netizen kemudian melabeli aksi itu sebagai "umpan terbaik musim ini".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.