Persija Jakarta Siap Pecat Julio Banuelos Jika Kalah dari PSIS

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Pelatih anyar Persija Jakarta, Julio Banuelos Saez. (persija.id)

    Pelatih anyar Persija Jakarta, Julio Banuelos Saez. (persija.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen klub Persija Jakarta mengancam akan memecat pelatih tim Julio Banuelos jika skuat berjuluk Macan Kemayoran kalah dari PSIS Semarang dalam laga lanjutan Liga 1 Indonesia 2019, Minggu, 15 September 2019.

    Ancaman tersebut dikeluarkan sebagai bentuk evaluasi dari pihak manajemen bersama pelatih, ofisial dan pemain setelah mereka kalah 2-0 dari Persipura, Rabu lalu.

    "Persija memberikan kesempatan satu pertandingan lagi kepada Julio Banuelos dan asisten Eduardo Perez. Bila gagal menang melawan PSIS, mereka akan mundur dari kursi juru taktik," ujar CEO Persija Jakarta Ferry Paulus, seperti dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Jumat.

    Persija Jakarta terpuruk di posisi ke-17 atau dua terbawah di klasemen Liga 1 Indonesia 2019 setelah hanya mencatatkan dua kemenangan dari 15 pertandingan yang telah dijalani.

    Tim Macan Kemayoran kalah lima kali dan meraih delapan hasil seri. Meski liga baru memasuki paruh musim, pencapaian itu buruk bagi Persija mengingat mereka adalah juara Liga 1 Indonesia 2018.

    Pertandingan Persija melawan PSIS dijadwalkan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat.

    PSIS sendiri dalam tren bagus setelah baru saja menaklukkan tuan rumah PSM Makassar 0-1 pada Rabu (11 September ). Sebelum kemenangan itu, PSIS yang kini bertengger di peringkat ke-11 Liga 1 belum menorehkan kemenangan di tujuh laga.

    Sementara Persija dalam tren negatif karena belum menang di empat pertandingan terkininya di Liga 1 yang berakhir dua kali imbang dan dua kali kalah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?