Persipura vs Persela Lamongan 2-0, Jacksen: Bukti Kualitas Pemain

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. (liga-indonesia.id)

    Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F. Tiago menilai kemenangan 2-0 timnya atas Persela Lamongan pada pekan ke-18 Liga 1 2019 membuktikan kualitas pemainnya di lapangan.

    "Saya apresiasi para pemain di lapangan. Hasil ini adalah bukti berkualitasnya pemain Persipura," kata dia usai pertandingan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu, 15 September 2019.

    Dua gol tuan rumah Persipura dicetak oleh eks penyerang Timnas, Titus Bonai, pada menit ke-40 dan menit ke-78.

    Meski menang 2-0 atas Persela, menurut Jacksen, permainan timnya masih jauh dari istimewa. Dalam laga tersebut, timnya mendapat beberapa kali tekanan. Bahkan, pada babak pertama, penjaga gawang Dede Sulaiman dipaksa menghadapi dua ancaman yang nyaris berbuah gol. Sepakan keras Delfin Rumbino mengenai mistar, begitu juga dengan sontekan Rafael Oliveira yang juga membentur tiang gawang.

    "Saya puas meskipun banyak kehilangan kontrol permainan. Kadang harus beryukur hasil akhir, meski prosesnya tak sesuai harapan," kata pelatih yang akrab disapa Big man ini.

    Titus Bonai bersyukur timnya bisa menang meski tak bermain di Jayapura. "Kendati tidak main di Jayapura, kami harus tetap semangat dan tampil maksimal demi mempersembahkan kemenangan kepada pendukung Persipura beserta masyarakat Papua," kata Tibo, sapaan akrabnya.

    Kemenangan ini membawa Persipura menempati posisi ketujuh klasemen sementara dengan 26 poin. Angka ini diperoleh dari tujuh kali menang, lima kali seri dan empat kali kalah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?